Di tahun 2013 ini hampir semuanya baru, ya terkecuali badanku yang tetap gemuk. Baru disini bukan barang-barang baru ataupun rumah baru, baru disini berarti kedewasaan. Banyak hal yang di tahun 2013 menjadi pelajaran buatku, semuanya. Sifatku yang kekanak-kanakan di masa lalu sungguh tak berguna, ego yang susah dipatahkan, kepala yang keras bagai batu, emosi yang berlebihan dalam menghadapi masalah. Emosi disini adalah tangis, aku orang yang gampang menangis, dan aku ingin mengurangi tangis di tahun 2014 serta menggantinya dengan tawa.
Wednesday, January 1, 2014
Saturday, November 23, 2013
Melalui doa, kita saling menyapa
dear tersayang disana..
Orang bilang mencari lelaki baik di jaman sekarang susah, atau mana ada cowo yang bisa jaga komitmen, ada pula yang ngatain ini dunia nyata, bukan negeri dongeng ataupun kisah negeri 1001 malam, mana ada cowo kaya gitu.
Kadang aku cuma bisa ngelus dada, coba kamu bayangin, aku 19 tahun dan belum pernah pacaran. Apa salahnya coba? aku cuma pengen kaya ibuku, dia gak pernah pacaran dan bisa dapet suami kaya bapakku. Bapakku mungkin bukan lelaki yang sempurna tapi dia selalu ada buat keluarganya, bertanggung jawab dan menjadikan anak-anaknya untuk jadi yang terbaik, ya setidaknya punya sopan santun dan beragama. Bapakku juga sangat menyayangi ibuku.
Oke, mungkin untuk suami atau imam terlalu jauh buatku yang masih semester 1 ini, tapi apa salahnya aku menyapanya lewat doa? Itulah caraku untuk menyapanya, untuk dia yang aku belum tahu namanya. Mungkin aku terlalu pemilih untuk urusan pacar, tapi ya sebenernya aku juga ingin punya pacar. Tapi apa salahnya memilih? Toh selama ini cowo-cowo juga memilih pacar yang cantik menurut mereka, aku yang wajahnya pas-pasan dan bertubuh agak gemuk merasa tersisihkan. Kalau aku sih cuma pengen satu kok, gak mesti ganteng atau apa, cuma ingin dia taat beragama, ya seenggaknya sholat 5 waktulah, itu aja. Apa bener-bener gak ada? Entahlah.
Orang bilang mencari lelaki baik di jaman sekarang susah, atau mana ada cowo yang bisa jaga komitmen, ada pula yang ngatain ini dunia nyata, bukan negeri dongeng ataupun kisah negeri 1001 malam, mana ada cowo kaya gitu.
Kadang aku cuma bisa ngelus dada, coba kamu bayangin, aku 19 tahun dan belum pernah pacaran. Apa salahnya coba? aku cuma pengen kaya ibuku, dia gak pernah pacaran dan bisa dapet suami kaya bapakku. Bapakku mungkin bukan lelaki yang sempurna tapi dia selalu ada buat keluarganya, bertanggung jawab dan menjadikan anak-anaknya untuk jadi yang terbaik, ya setidaknya punya sopan santun dan beragama. Bapakku juga sangat menyayangi ibuku.
Oke, mungkin untuk suami atau imam terlalu jauh buatku yang masih semester 1 ini, tapi apa salahnya aku menyapanya lewat doa? Itulah caraku untuk menyapanya, untuk dia yang aku belum tahu namanya. Mungkin aku terlalu pemilih untuk urusan pacar, tapi ya sebenernya aku juga ingin punya pacar. Tapi apa salahnya memilih? Toh selama ini cowo-cowo juga memilih pacar yang cantik menurut mereka, aku yang wajahnya pas-pasan dan bertubuh agak gemuk merasa tersisihkan. Kalau aku sih cuma pengen satu kok, gak mesti ganteng atau apa, cuma ingin dia taat beragama, ya seenggaknya sholat 5 waktulah, itu aja. Apa bener-bener gak ada? Entahlah.
Saturday, September 28, 2013
I tried my best, it's no use regretting it now.
Awal kuliah aku tidak mengenal siapa pun, sewaktu ospek pun rasanya ingin menangis. Tak satupun kukenal, aku hanya anak daerah yang kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di semarang. Aku takut, sebab dari SMA ku yang kuliah disitu bisa dihitung dengan jari, dan tak satupun dari mereka yang ku kenal dekat, karena mayoritas laki-laki. Jujur, aku minder jika ditanya "wi, sekarang kuliah dimana?". Karena lulusan SMANSA jarang ada yang di swasta, aku pun masih sedih jika melihat nasibku sekarang.
Namun, aku percaya pasti ada hidayah dibalik semua ini. Aku sudah berusaha keras untuk masuk UGM, impianku sejak kecil.
I was just afraid of getting left behind, I guess..
Namun, aku percaya pasti ada hidayah dibalik semua ini. Aku sudah berusaha keras untuk masuk UGM, impianku sejak kecil.
I was just afraid of getting left behind, I guess..
Thursday, August 29, 2013
New start..
Dear life,
Hari ini aku akan memulai sesuatu yang benar-benar baru, dan mungkin tidak bisa berbalik lagi. Ini adalah keputusan yang cukup berat untukku, melupakan mimpi dan menempuh jalan yang berbeda dari yang aku impikan, aku sama sekali tidak pernah membayangkan. Namun, betapa kekanak-kanakannya aku jika keras kepala dan mempertahankan yang mustahil.
Itu yang aku pikirkan, tetapi aku masih ingin berjuang sedikit lagi. Akan kubangkitkan kepercayaan-kepercayaan yang mulai runtuh, meskipun sedikit, aku tidak berniat untuk menyerah.
Jadi kehidupan baru ini akan kujalani dengan ikhlas, dan aku masih berharap. Aku tidak akan berhenti berharap. So, wait for me...
Wednesday, August 28, 2013
sort of..
well, I've been in really hard time lately.. fiuuuh~
tahun ini sepertinya bukan tahun keberuntunganku, ya memang aku gak percaya hal-hal seperti itu, dan setiap hal yang terjadi pasti ada hikmahnya.
tetapi tetap saja, hari-hariku terasa berat.
mungkin orang yang melihatku, terutama orang rumah, pasti tidak ada bedanya sama orang mati. fuuh ~
kalo di komik-komik mungkin semacam aura hitam hahaha..
sedih? iya, tapi aku gak akan menyerah. pasti bisa, pasti aku bisa diterima di kampus itu dan ke jepang. pasti.
tahun ini sepertinya bukan tahun keberuntunganku, ya memang aku gak percaya hal-hal seperti itu, dan setiap hal yang terjadi pasti ada hikmahnya.
tetapi tetap saja, hari-hariku terasa berat.
mungkin orang yang melihatku, terutama orang rumah, pasti tidak ada bedanya sama orang mati. fuuh ~
kalo di komik-komik mungkin semacam aura hitam hahaha..
sedih? iya, tapi aku gak akan menyerah. pasti bisa, pasti aku bisa diterima di kampus itu dan ke jepang. pasti.
Tuesday, August 27, 2013
Berteman Bayangmu..
aku disini..
menunggumu, meski pertemuan kita singkat..
aku masih ingat, pertama kali kamu menyapaku.
aku ingat kau selalu menghampiriku yang duduk sendiri di bangku itu
dan aku ingat ketika kamu bercerita tentang orang yang kau suka,
dan orang itu bukan aku.
awalnya aku menganggapmu sebagai pengganggu,
wajahmu bukan tipeku,
dan semua yang berhubungan denganmu berbeda denganku,
bahkan, kau menyukai orang lain.
namun, siapa sangka aku akan ...
menyukaimu..
dulu, aku selalu duduk dibangku itu,
walaupun sekarang aku tidak bisa duduk di bangku yang sama lagi.
tapi aku masih menunggumu,
sampai sekarang..
menunggumu, meski pertemuan kita singkat..
aku masih ingat, pertama kali kamu menyapaku.
aku ingat kau selalu menghampiriku yang duduk sendiri di bangku itu
dan aku ingat ketika kamu bercerita tentang orang yang kau suka,
dan orang itu bukan aku.
awalnya aku menganggapmu sebagai pengganggu,
wajahmu bukan tipeku,
dan semua yang berhubungan denganmu berbeda denganku,
bahkan, kau menyukai orang lain.
namun, siapa sangka aku akan ...
menyukaimu..
dulu, aku selalu duduk dibangku itu,
walaupun sekarang aku tidak bisa duduk di bangku yang sama lagi.
tapi aku masih menunggumu,
sampai sekarang..
Subscribe to:
Posts (Atom)
