Showing posts with label Ngomong sendiri. Show all posts
Showing posts with label Ngomong sendiri. Show all posts

Wednesday, June 13, 2018

Manusia Setengah-setengah part 2

Malam, kali ini saya akan bercerita kegundaha saya dalam mengerjakan Tugas Akhir. Saya adalah perempuan yang sangat menyukai kata-kata, anggaplah saya merupakan bagian dari kata-kata. Belajar bahasa merupakan hal yang paling menyenangkan, dari bahasa indonesia, bahasa inggris, dan bahasa jepangpun bisa saya taklukkan. Tapi aku mengalami kesulitan dalam memahami bahasa pemrograman, hahaha tentu saja itu lelucon.

Saya penulis cerpen, ya saya tidak bilang bahwa saya terkenal. Saya hanya dikenal dikalangan saya sebagai penulis cerpen, karya saya beberapa kali memenangkan lomba tingkat kampus dan tingkat provinsi, profil saya pernah sekali dimuat di Radar Tegal. Dan beberapa karya saya dimuat di Mata Kampus, yakni Majalah Kampus Politeknik Harapan Bersama. Saya merasa kurang saat mempelajari cerpen, yang tadinya hanya penulis blog, kini sudah dimuat di media cetak, dan ingin sekali membuat Kumpulan Cerpen sendiri.

Dan kembali ke bahasa pemrograman, mana ada bahasa dari lisan dan tulisan kata-kata disamakan dengan bahasa yang peling ruwet yang membuatmu pusing. Entahlah. Saya mengalami kebosanan dalam mempelajarinya. Saya tahu, saya hanya sedang setengah-setengah. Bagi pengikut blog saya, pasti kalian tahu kalau penyakit "setengah-setengah" saya muncul, pasti sangat menjengkelkan. 

Ketika seseorang berkata "payah" padaku, wajah saya seperti ditampar. Yang paling mengganggu saya adalah karena ia benar. Aku mengerjakannya setengah hati. Saya berperang melawan banyak ketakutan serta keraguan di benak saya. Apakah saya berbakat dibidang Programming? Bagaimana kalau saya buntu ditengah-tengah? Akan jadi apa saya setelah lulus nanti? Bisakah saya membahagiakan Ibu, Bapak, Mamas, dan Adek nanti? Atau saya akan tetap menjadi benalu yang terus-terusan merepotkan semua orang? Emm, tentu saja keluarga saya tidak pernah mengatakan saya benalu, tapi ya saya sendiri yang menyadari hal tersebut hahaha. Segera jelaslah bagi saya kalau saya ketakutan, ketakutan berkompetisi, ketakutan mengecewakan, ketakutan mecoba dan mungkin gagal. Dan semua ketakutan ini menghambat saya untuk mengerahkan yang terbaik.

Seperti yang tertulis buku yang tiga tahun lalu saya pelajari dan praktekkan, The 7 Habits of Highly Effective Teens karya Sean Covey, buku yang diberikan Bapak saat saya memutuskan untuk kuliah, meninggalkan Tugas Akhir saya atau menguatkan komitmen saya.
Saya baca tulisan Arnold Bennett di buku tersebut yang menggambarkan dilema saya, "Yang tragis adalah orang yang seumur hidupnya tidak pernah mengerahkan seluruh kemampuan maksimalnya."
Karena tidak pernah mengalami tragedi, saya memutuskan untuk mengerahkan kemampuan maksimal saya. Saya memutuskan untuk berhenti bersikap tanggung-tanggung. Saya tidak tahu apakah saya berpeluang untuk sidang bulan depan, tetapi kalaupun tidak, setidaknya saya sudah mencoba.
"Saya bertekad."
Saya menang dari pergumulan batin. Ini masih menjadi proses saya untuk mengerahkan kemampuan. Semoga saya bisa menyelesaikan Tugas Akhir ini tepat waktu. Aamiin.

Monday, September 18, 2017

Tugas Akhir? Nay or Yay?

Sesi curhat nih guys. Tahukah kamu ? Aku merasa tidak percaya diri belakangan ini. Kalau kalian yang mengikuti blog aku pasti tahu, aku memang bukan tipe orang yang punya rasa percaya diri tinggi. Aku pesimistis, pemurung, lone wolf, minderan, telatan, what else? Well, that's me. Tapi itu dulu, sebelum negara api menyerang. Eh. Aku memutuskan berubah, tombol restart terlanjur aku klik. So I was playing a new game since ospek 2015. Here I'm now.

Bukannya aku mengatakan bahwa hidup itu seperti permainan, bukan. Itu hanya penyemangatku ketika menemui kegagalan, ups, maksudku tahap menuju keberhasilan. Bahkan hidupku sudah aku isi dengan hal-hal postif yang diluar dugaanku. 

Siapa sangka aku akan pandai bicara di depan umum? Aku bahkan tipe orang yang dipercaya guru SD mengikuti lomba pidato bahasa jawa malah jatuh sakit karena takut sebelum berperang. 

Siapa sangka aku naik pesawat ke Kalimantan demi organisasi? Padahal aku dulu mundur sebelum ikut seleksi DP(pramuka SMP) di SMP ku karena takut di gojlog kakak kelas. 

Siapa sangka aku akan menjuarai lomba menulis cerpen tingkat Jawa Tengah? Sedangkan aku hanya berani menulis cerpen-cerpen ku di blog yang alamatnya aku sembunyikan dari siapapun karena malu. 

Siapa sangka aku berjuang mendapat beasiswa tiga kali demi kuliah? Sedangkan dulu aku hanya tau caranya bersenang-senang. 

Ya, ya, ya.

Time flies.

Aku berubah, kamu berubah, dia berubah, kita semua berubah. Ada yang lebih baik, tak sedikit pula yang lebih buruk. 

Tetapi jika ku sedang sendirian, ketakutan ketakutan selalu bermunculan. That's true. Kadang diantara keramaian aku masih selalu merasa sendirian. Terutama di kelas. 

Tugas Akhir. 

Iya.

Fokusku tertuju pada dua kata yang membuat batinku berperang. Mengapa takut pada Tugas Akhir? Karena aku sendirian. Aku dilemma, pikiranku berkecamuk sendiri. Tidak tahu harus berbuat apa. Mau mengambil judul apa, aku tidak tahu. Teman-teman lain memilih hardware karena itu spesialisasi program studi kami, tapi it does cost too much money. Jadi kamu yang berkocek pas-pasan tidak bisa berjuang sendirian untuk mengerjakannya, kecuali berkelompok. Ya, memang itu bukan minatku. So yay or nay? still think 'bout it tho'.

Okay, that's it. Sesi curhatan malamku. Abaikan saja rek. 

Thursday, September 1, 2016

The sims freeplay level 40

Holaa readers! It's been a while now.
Saat ini aku ada project baru dalam nulis cerpen, hmmm yhaa gimana kalo kepala lagi gak bisa mikir? Yaudah kita blogging aja sesuka hati, cuap cuap lucu disini sembari memikirkan apa yang hendak aku tulis nanti. Sebenarnya kalo kamu mau nulis ya menulislah, itu prinsipku. 
Te ta pi, untuk bangun dan melepas game kesayangan aku yang bernama the sims freeplay itu sangat sangat susah. Apa lagi aku sudah level 40 YAAAAY! 
Oh iya nih readers, aku ingin sekali membuat vlog, kalian yang ngikutin blog ini dari awal pasti tahu. Aku sudah punya kanal Youtube sejak 2011, dulu sih ya jaman SMA cuma ngisi film-film favorite, naaah tetiba aku kepikiran buat bikin vlog. Bukannya ingin mengikuti blogger yang lain yang pindah menjadi vlogger, tapi ya menurut aku itu sangat menantang. 
Okay cerita selanjutnya disambung lagi yhaa. Bhay readers!

Sunday, July 24, 2016

Secangkir Kopi

Adakah yang aneh dari secangkir kopi?
Tentu tidak.
Hanya saja, isi kepalaku menerawang jauh.
Sejak kapan aku meminum kopi?
Ya, ya, ya!
Potongan-potongan kenangan berkecamuk di dalam benakku. Ingatanku terus menerawang jauh, menyusuri jalan sempit yang bernama kenangan.
Ya, aku ingat. Dahulu aku sangat menikmati susu yang tawar, aku merasa sehat jika meminumnya. Aku biasa meminum susu tawar dengan sepiring roti maryam, yang juga tawar rasanya. Tak lupa kububuhkan susu kental manis diatas roti maryam itu, siapa yang akan menolak makanan selezat itu? pikirku.
Semua berubah, tawarnya susu yang biasa aku minum membuat tawar pula hidupku.
Semenjak kau jauh.
Tawarnya susu kini ku ganti dengan secangkir kopi.
Pahit? Tidak, aku tidak berniat memahitkan hidupku yang terlanjur tawar.
Kopi creamy late, itulah pilihanku. Tak perlu sepiring roti maryam ataupun martabak, cukup secangkir kopi creamy yang menemaniku.
Ya, aku harap rangkaian doaku dikabulkan oleh-Nya agar kelak kau juga akan menemaniku.

Hai sahabat Intan, sudah lama tidak menulis di blog nih. Kesibukanku yang banyak membuatku lupa, ada blog usang yang menemaniku menulis dari SMP. Insya Allah aku akan berceloteh banyak tentang kehidupanku telah terjadi di 2016 ini. Antara lain MKK Reunion di Jakarta, DAD IMM di Kudus, MUNAS FKMPI di Kalimantan dan masih banyak lagi. Sebelum itu, Intan minta doa agar dimudahkan dalam PEKSIMIDA cabang cerpen. Alhamdulillah bisa mewakili kampus tercinta untuk ikut meramaikan PEKSIMIDA. Lengkapnya aku cerita setelah pulang dari sana yaaa. bhaaay!

Saturday, January 2, 2016

Hi 2K16

Hai, aku Intan. Aku punya banyak pengharapan. Di tahun ini aku ingin melakukan sesuatu yang ingin kulakukan sejak dulu. Entahlah. Mungkin ada kalanya aku menyerah, beberapa kali terjatuh dan menangis. Yang aku tahu, aku bukanlah pengecut seperti dulu. Aku kuat. Ya. Seberapa kalipun nasib hendak menjatuhkan aku, aku akan bangkit. Aku takkan jera, meskipun kau tak lagi sama. Meskipun kau sudah tak disisiku. Meskipun tak ada lagi yang mendengarkan tangisku. Aku rela, aku kuat sekarang.

Friday, October 23, 2015

sukasuka intan

hollaa netizen yang berbahagia, sejak memulai lembaran baru namaku berubah menjadi Intan. Memang namaku Intan, tapi aku lebih sering dipanggil Tiwi sewaktu SD SMP SMA, entah efek nama atau gimana, hidupku serasa lemah, gampang nangis, pemalu, minderan. Mungkin Tiwi tidak mempunyai arti yang spesifik kali ya, menurut pepatah apalah arti sebuah nama. Well, that's exactly right, but I  have strong feeling that is wrong too, you know why? Here my opinions..
Pertama, arti nama kamu tuh bisa jadi self reminder kalo kamu lagi dalam keadaan lemah alias hopeless. Misal ah gue malu nih, nama Intan kan diberikan ke gue agar gue bisa jadi wanita yang anggun, masa kelakuan kaya gini sih. atau masa gini aja nangis sih? gue kan dikasih nama begini biar tegar, gak gampang disakiti.
oke argumennya satu dulu yhaa, aku banyak deadline tugas nih kaak

Tuesday, September 15, 2015

Idk

Hi netizen yg berbahagia, entahlah.
Banyak sekali kejadian yang terjadi beberapa waktu belakangan ini. Ada yg bikin baper, ada jg yg bikin seneng.
Ada ide buat ngelanjutin cerpen-cerpen atau mantan calon novel yang terabaikan, di kepalaku banyak sekali ide untuk nulis. Sayangnya gak tau harus mulai darimana, percuma banget nulis tentang cinta, tapi aku sendiri gak begitu ngertii hahaha
Mungkin aku akan mencoba tentang 4 orang sahabat yang dipertemukan di acara pembukaan kampus, mereka akan berjuaang meraih apa itu mimpi, cinta, jati diri, dan pengalaman. Entahlah, tetiba ingin update blog, tapi berhubung kuota habis jd lewat smartphone aja haha.
Berikut adalah foto senja yang aku ambil dari tempat parkir Rita Park, matahari tenggelam yang manja ini sangat menggoda untuk difoto :3
Senja Manja

Sunday, August 9, 2015

sedikit curcol di minggu pagi

Dimana engkau berada disana cintaku...

"Kyou.. kau mau kemana?"

"aku akan pergi, tapi aku janji akan kembali Misa."

itu kata-kata yang terakhir kuingat setelah sepuluh tahun berpisah, teman masa kecilku, kyou.
entahlah, akankah kami dipertemukan kembali? akankah takdir berpihak pada kami?

"Misa, aku kembali."

"yaa.. selamat datang, kyou."


PS: Gak tau kenapa pengen bgt nulis tentang teman masa kecil, even though I don't have any hahaha. Cerpen yg Daytime Moon aja belum kelaaaar. Well whatever, as long as I can write a story.
oh iya readers, aku dapat kesempatan ngajar lagi di Desa Padamura. Rasanya bahagia banget kalo bisa bermanfaat bagi orang lain. Mengajar, menulis dan kuliah. Hal-hal yang aku inginkan Alhamdulillah terkabul tahun ini, no more tears I guess..
well, someday pasti bisa bikin perpustakaan buat anak jalanan dan sekolah anak-anak. I love kids so much, they have pure mind and have long road to go. Anak-anak masih bisa punya mimpi, apapun itu, jika kalian percaya dan terus berusaha, Allah pasti bantu :)
aku juga percaya, maka itu aku kuat! orang dewasa pun punya mimpi lho, termasuk aku.

Sunday, July 19, 2015

Happy Eid Mubarak!

Selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir batin.
Sudah lama banget nih gak update blog. Maaf kalo postingan-postingannya agak aneh belakangan ini, dan bahasa inggrisku masih jelek banget LOL. Mengenai beberapa post yang aku publish belakangan ini adalah proyek baru ku, aku ingin menulis tentang seseorang yang dunianya telah diselamatkan oleh hangatnya senyum. Jadi si cewe tuh bertepuk sebelah tangan, mmm gak juga sih hahaha, we'll see then. Tapi setelah si cewe sadar perasaannya, si cewe enggan deket-deket sama cowo itu, karena dia takut, takut jatuh lebih dalam.

well, kira-kira begitulaah. sebenernya aku pengen banget bikin tentang prince and princess story yang penuh fiksi, tapi kayanya ditunda dulu deh. Karena pengetahuanku masih cetek banget, mending bikin yang aku udah tau banget, contohnya patah hati, cinta sepihak, ugh... kayanya gak enak semua hahaha.

Saturday, May 16, 2015

Mei, kok masih hujan aja?

Selamat malam netizen, apa kabar? pasti salah satu dari kalian ada yang galau tentang nilai UN ya? atau sibuk belajar untuk SBMPTN? atau mungkin lagi skipsi? atau bahkan akan ada ujian sekolah? Well, problema anak remaja memang berputar dengan urusan pendidikan ya.

Sayang sekali, cuaca memang kadang gak menentu ya guys. Hujan memang masih sering berkunjung ya, meskipun ini sudah memasuki bulan mei. Beberapa dari kalian pasti mengeluh tentang hujan dan udara dingin yang menusuk ini kan? Apalagi kalau sampai terserang flu, aduh gak banget deh. Belajar jadi gak konsen.


ada beberapa tips dari chiaki-san untuk kamu yang tetap ingin beraktivitas di cuaca yang dingin ini, cekidot:

Kamu harus pake baju yang fleksible. Maksud dari fleksible disini adalah baju yang bisa melindungi kamu dari udara dingin, tapi juga nyaman dipakai, butuh referensi? cek webnya ZALORA aja ya guys, Zalora itu perusahaan yang bergerak di bidang fashion, lebih tepatnya situs web berbelanja online yang menyediakan berbagai jenis kebutuhan mode dari merek lokal hingga internasional.
Q= "wah zalora ya? mahal-mahal dong kak harganya?"
A= weeits, jangan salah kak. di zalora itu harganya juga fleksible loh, dari yang murah sampe yang mahal banget juga ada.
Q= "ada tips gak biar dapet baju yang murah dan gak murahan?"
A= di Zalora itu banyak yang murah guys, cara nyarinya gampang banget = klik Atur bedasarkan, lalu klik harga terendah. Disitu kalian bisa nemuin harga harga yang gak memberatkan kantong guys, banyak banget diskonnya di zalora loh dan jangan khawatir, di Zalora gak ada yang murahan guys. Semua merek yang ada di Zalora memberikan kualitas terbaik mereka.

Mei, kok masih hujan ya? Well, siapa takut, saya sudah siapkan alat perang hehe.


Tuesday, January 6, 2015

Manusia Setengah-setengah

Manusia setengah-setengah, begitulah sebutan ibu kepadaku. Aku, hampir selalu terbawa khayalan setiap membaca, mendengar, merasakan setuatu, tapi disaat melakukannya, aku hanya melakukannya setengah jalan. Mengesalkan mungkin bagi orang disekitarku, pikiranku mampu berubah dalam hitungan hari, bahkan dalam hitungan jam. Aku peragu, entah apa yang menyebabkan aku ragu dalam hidup, atau aku memang terlampau jauh dari-Mu? 
Kadang disaat kulelah dalam perjalanan, aku bertanya, "kemanakah seharusnya aku pergi? Apa jalan yang aku pilih ini benar? Atau semua hanya khayalan mulukku? Entah.."

Mimpiku jelas, ya aku ingin sekolah tinggi, bahkan sampai S4 pun kujalani. Aku ingin ke Jepang, jelas sejak kelas 3 SD aku sangat terobsesi dengannya. Aku ingin punya rumah untuk bapak dan ibu, karena aku bosan menjadi manusia pra-sejarah. Aku ingin punya keluarga sakinah, mawadah dan warohmah, punya suami yang menjadi imam sesuai khayalanku, punya anak dua kalau bisa sih kembar dan sepasang, tapi aku bersyukur dengan siapapun anakku kelak. Aku ingin jadi ibu rumah tangga yang mengurus anak-anakku dengan cinta dan kasih sayang, serta mengenalkan mereka tentang agama, dibalik itu aku juga seorang wanita karier yang mempunya restoran jepang dan taman baca untuk anak-anak jalanan. Aku ingin menghabiskan masa tuaku bersama suamiku, anak-anakku serta cucu-cucuku. Aku ingin keliling eropa, aku ingin sekali melakukan banyak hal, aku bahkan berharap menjadi Menteri Luar Negeri.

Lalu mengapa aku belum kemana-mana sekarang? Aku bahkan belum melangkah menuju sarjana, sedangkan teman-temanku beberapa sudah keluar negeri..
Hmm mungkin, mimpiku belum mendapat restu dari-Mu.. Mungkin aku terlampau jauh dari-Mu, sehingga aku tidak pernah konsisten dalam hidupku. 

"Ya Allah, aku bosan menjadi manusia setengah-setengah. Aku ingin hidup bebas mengejar mimpiku. Tanpa ragu. Tanpa Takut. Aku ingin mendekatkan diri kepada-Mu Ya Allah. Kepada-Mu sang pemilik alam semesta, Ya Allah. Agar mimpi bukan sekadar bunga tidur, agar khayalan tidak menipu akal sehat, dan 
agar harapan selalu hadir disetiap tangisku."

6 januari 2015.

Saturday, January 3, 2015

Hai, dunia!

Hai dunia! Kali ini aku memberanikan diri untuk berbagi pengalaman, tahukah kalian aku ini seorang pemimpi? ya aku memang percaya bahwa Allah Mahabesar, maka akupun percaya, bahwa mimpiku adalah harapan menuju lebih baik. Tentu, tak mudah jadi aku, berbagai macam problema hidup ku jalani dalam dua tahun terakhir. 

Apa aku menyerah? tentu saja, manusiawi bukan? menyerah disaat keadaan menolak berteman denganmu, aku terus memanjakan egoku dalam kesedihan, kesedihan yang tak berujung. Aku bahkan hidup dalam ketakutan, takut untuk berkomunikasi, takut untuk keluar rumah, bahkan takut bertatap muka dengan manusia lainnya. 


Aku menjadi manusia tertutup dan emosional, menangis adalah pelarianku, setidaknya dengan menangis aku bisa melegakan semua emosiku, tapi itu hanya sementara. Setelah itu masalah-masalah selanjutnya pun muncul.



Sungguh sangat menyedihkan hidupku kala itu. Aku bahkan tidak dapat membantu orang tua ku, aku hanya menikmati kesedihanku, tanpa berniat berpikir positif sedikitpun. Kelamaan aku sadar bahwa ini tidak baik, ibu butuh aku, bapak butuh aku, aku tidak boleh terus bersedih. 

Aku mulai melihat kedepan, aku tidak ingin merasa sedih walaupun sedetik, begitu tekadku. Mengajar di sekolah dasar swasta ternama di Tegal pun kujalani, tapi karena aku hanya lulusan SMA, setelah beberapa hari bekerja aku dipindah ke playgroup. Sedih sekali, ternyata gelar sepenting itu. Tapi aku tak mau sedih terus menerus, ternyata tak seburuk dugaanku, senyum anak-anak itu membuatku luluh. 

Aku memang menyukai anak-anak, bagaimanapun cita-citaku sewaktu kecil memang ingin seperti ibuku, yakni ibu rumah tangga, walaupun ibu kini juga bekerja bersama bapak di warung padang kami. Anak-anak itu penghilang dukaku, tapi ternyata memang melelahkan sekali mengurus anak usia 3-4 tahun. Aku jatuh sakit dan akhirnya berhenti dari sekolah tersebut dalam jangka mengajar kurang lebih tiga bulan. 


Namun, aku tetap tidak ingin berhenti mengajar, akupun mengikuti komunitas di Tegal yang tujuannya untuk mempercerdas anak daerah yang kurang mampu. Fokus komunitas tersebut adalah mata pelajaran komputer, tetapi berhubung aku pandai berbahasa inggris, para panitia komunitas tersebut memintaku mengajar bahasa inggris juga. Sekarang kegiatanku hanya membantu orang tua dari siang sampai sore, karena paginya harus mengajar. Berbagai pekerjaan aku jalani, tapi satu yang tak akan pernah lepas dari otakku, 
"aku ingin kuliah, aku ingin bermanfaat bagi orang lain dan aku ingin mengangkat derajat orangtuaku."

Monday, August 18, 2014

no caption

Belakangan saya merasa novel saya tidak akan pernah ada ujungnya, novel yang diangkat oleh sebagian kisah nyata memang agak berat. Kadang memang kisah nyata lebih mengharu biru, lebih rumit, dan tidak terduga, ya itu lah kuasa Allah. Mungkin akan lebih nyaman dituturkan apabila itu murni imaji kita, menulis dan menulis, sesuai apa yang kita bayangkan.


Ibaratnya nih, di tulisan mungkin kita dapat menentukan happy ending dengan mudah, tetapi di kenyataan proses mendapatkan akhir yang bahagia itu adalah proses selama hidup kita. Bagaimana kita memperlakukan orang lain, bagaimana sikap kita kepada orangtua, banyak "bagaimana" yang harus kita perhatikan, karena di kenyataanpun, setelah menikah pasti ada masalah, nah tugas kita adalah menemukan solusi atas ijin Allah, jangan sampai masalah tertimbun selama berlarut-larut, di dunia nyata kejujuran dan saling percaya itu penting.

Mungkin di novel atau cerita fiktif lainnya, ada kisah si kaya dan si miskin, tetapi di kenyataan tidak sesimpel itu, ketika si kaya berubah menjadi si miskin, banyak terjadi culture shock disana. Dia harus bekerja ekstra keras demi cita-cita, dia harus membuktikan kepada sang penghina bahwa dia bisa, kadang cercaanpun tidak sedikit, lalu kadang dia harus menjawab pertanyaan-pertanyaan bodoh yang kadang menyakiti hatinya. 
Tentu itu tidaklah gampang, dahulu dia biasa hidup dibawah naungan orang tua serba ada, dia selalu merasa aman kapanpun dan dimanapun, sekarang dia harus berjuang agar orang tua mereka bahagia di hari tua, dengan perasaan tidak aman setiap ada tamu berkunjung atau setiap dia di luar rumah, dia harus waspada setiap waktu dan dimanapun.

Begitulah kira-kira perbedaan fiksi dan nyata, kita sebagai manusia hanya bisa mengikuti alur Allah. Ibaratnya nih, orang seperti kita kalau tidak punya mimpi pasti akan mati. Maka itu kita wajib bermimpi, agar bisa melihat harapan sekecil apapun untuk bertahan, ini petuah untuk semua kalangan, si kaya, si miskin, si kaya yang menjadi miskin, si pintar, si yang berusaha untuk pintar, si berpendidikan, si yang ingin berpendidikan.
Sebagian dari hidup adalah mimpi, sebagian lagi terjemahan bebas atas mimpi.

Sunday, August 3, 2014

Let me say something.

Hai pembaca yang budiman, post yang sebelumnya itu hanya sebuah tulisan saja. Tiba-tiba kata-kata tersebut muncul di kepala saya dan karena saya mulai bingung dengan novel yang saya buat, jadi saya bikin saja post baru. Bagi yang mengenal saya, mohon jangan salah paham.

Entahlaah, jangan tanya saya. Membuat novel cinta, tetapi belum pernah tau rasanya dicintai. Membuat novel tentang kekasih, tetapi belum pernah punya kekasih. Ini tuh seperti meraba-raba huruf braille bagi orang awam, coba deh kita raba hurufnya, susah dimengerti. Sedangkan bagi tuna netra, mereka mengerti bagi yang memperlajarinya.


Ah bicara apa saya. 


Oh iya, belakangan saya sedang memperdalam bahasa jepang saya. Dulu sudah khatam sih, tetapi begitu lulus SMA sudah tidak pernah menyentuh buku-buku lusuh tersebut. Akhirnya saya mengisi kekosongan saya dengan memperdalam hiragana, katakana, kanji dan semua yang pernah sensei saya berikan sewaktu SMA. Dan saya juga sedang belajar menggunakan bahasa Indonesia baku, entahlah dari kecil saya sangat menikmati belajar bahasa. Tidak seperti teman-teman kebanyakan yang begitu bergairah mengerjakan soal-soal eksakta, ya walaupun jurusan saya di SMA adalah IPA. Sebenarnya saya tidak tertarik, kecuali kimia. Hal ini pernah saya ceritakan di post-post sebelumnya.


Banyak sekali salah langkah dalam hidup saya, tetapi bukankah itu yang mendewasakan kita?

Thursday, July 17, 2014

Tujuanku.. ibu.

Ketika melihat ibu dan bapak banting tulang menghidupi keluarga. Ingin sekali ku gantikan posisi mereka. Melamar ke berbagai Taman Kanak-kanak dan tempat kursus untuk mengajar dengan bermodalkan kemampuan bahasa inggrisku yang sebiji jagung. Menjadi kasir di rumah makanpun aku jalani, tetapi aku belum bisa mengumpulkan pundi-pundi rizki yang ingin ku kumpulkan untuk ibu.
Aku ingin membelikan ibu rumah, itulah tujuanku. Sayang, aku hanya lulusan SMA yang mempunyai kemampuan terbatas tidak seperti lulusan SMK yang ahli dalam berbagai macam pekerjaan.

Aku sangat ingin ke Jepang, ingin sekali menjejakan kaki di negara sakura tersebut. Namun, ada ganjalan-ganjalan di hatiku, aku ingin sekali membelikan rumah buat ibuku, aku ingin orangtuaku menjalani masa tuanya dengan tenang. Tanpa seorangpun menghujat, tanpa harus mengeluarkan keringat untuk makan sehari-hari, aku ingin orangtuaku bahagia. Terutama ibu, begitu banyak tangis yang kubuat untuknya. Namun, beliau selalu melantunkan kata indah dan senyuman kepadaku. Beliau lah yang selalu aku rindukan ketika aku jauh dari rumah.

Tentu peran bapak sangat besar untukku, tetapi aku rasa kalian tahu, apa arti seorang ibu kepada diri kita. Ya Allah, bimbinglah hamba agar senantiasa membahagiakan orangtua hamba ya Rabb.

Wednesday, July 9, 2014

Bismillahirrohmanirrohim

assalamualaikum

Maaf yaa pembacaa, cerpen fiksi saya yang judulnya Cinta dalam diam tidak di publish untuk sementara waktu. Di karenakan saya ingin menyeriusi judul tersebut untuk menjadi lebih bisa di konsumsi semua orang dalam bentuk lain, novel, iya saya ingin membuat novel. 

Bagi pembaca setia, maaf ya atas ketidaknyamanan ini, saya hanya ingin benar-benar ingin berusaha untuk menerbitkan novel.

Saya sedang online twitter, lalu saya melihat beberapa penerbit disitu. Penerbit yang menyita mata saya adalah bukune , divapress dan gagasmedia .

Ketiga penerbit tersebut adalah penerbit yang mencuri hati saya sejak awal, ketiga-tiganya "anak muda" banget. 
bukune adalah penerbit yang menerbitkan novel-novel dari sang maestro komedi Raditya Dika, setiap karya sang maestro sangat menghibur dan mengocak perut, selain itu terdapat filosofi-filosofi cinta yang menggelitik hati setiap pembacanya. Selain bukune, sang maestro juga menggunakan penerbit gagasmedia. Sedangkan divapress juga merupakan penerbit yang mengeluarkan nolevist-novelist muda.

Pertama pilihan saya jatuh pada bukune, tetapi penerbit tersebut ternyata hanya berfokus pada komedi. Lalu divapress, tetapi masih meraba-raba persyaratannya. Kemudian, cinta saya berlabuh pada penerbit yang melambungkan sang maestro favorit saya, yakni gagasmedia. Persyaratannya simple dan menggunakan contoh-contoh agar novelist pemula tidak meraba persyaratannya.


Ada beberapa kendala, pertama karya saya masih berupa cerpen. Kedua hampir ada karya yang sudah diterbitkan ternyata ada plot yang mirip dengan karya saya, otomatis saya terkejut dan hampir patah arang, tetapi setelah saya baca sinopsisnya dengan seksama ternyata berbeda. Alhamdulillah, karena karya saya insya Allah orisinal, itu adalah saksi hidup, kekecewaan yang membuat sang tokoh bangkit, ketidakpastian yang membuat tokoh tak patah arang, dan pengharapan yang berujung kebahagiaan disela-sela kepahitan. Ketiga, saya harus fokus. 

semoga niat saya berdakwah di jalan-Nya dengan cara saya diterima di semua kalangan.

wassalamualaikum, 

Monday, April 21, 2014

Habis Gelap Terbitlah Terang

Ya, kalian pasti tahu judul post saya yang satu ini. Benar sekali, itu adalah judul buku dari RA. Kartini. 
Saya akui saya belum pernah membaca buku beliau yang judulnya Habis Gelap Terbitlah Terang yang telah dikenang oleh bangsa Indonesia tersebut. RA. Kartini adalah penyelamat wanita Indonesia, pahlawan yang patut dikenang oleh bangsa Indonesia, berkat beliau wanita kini berhak mempunyai peran penting ataupun bisa memiliki kedudukan yang sama. RA Kartini lahir pada 21 April 1879.


Saturday, April 19, 2014

Langit Kelabu

Entah harus mulai dari mana, belakangan ini saya dilanda galau. Sering banget dibuat galau sama acara-acara tv, bukan karena aku penggemar ftv , ya bisa jadi karena itu sih. Mungkin.
Entahlah, rasanya berhenti kuliah membuat saya kurang kerjaan, sambil menunggu panggilan dari beberapa TK dan perusahaan yang saya daftar, saya menghabiskan waktu di rumah dengan menonton televisi. Kelihatan banget penganggurannya haha. Inginnya sih kuliah, tetapi apa boleh buat keluarga saya mengalami kondisi dimana ekonomi yang semula baik-baik saja menjadi kelabu (read: bangkrut). Elah begitu doang sih ya, setiap orang juga pasti ngalamin, eh kok malah bahas gituan ya? haha. Lanjut yang tadi nih, acara televisi itu kadang benar-benar menayangkan cerita cinta yang instan, misal nih ya, dua orang bertabrakan di kampus, lalu buku mereka berjatuhan, ketika hendak mengambil, tangan mereka bersentuhan, maka mereka saling menatap dan dada mereka bergejolak, berbisik lirik "apa ini yang namanya cinta?". 




Saturday, November 23, 2013

Melalui doa, kita saling menyapa

dear tersayang disana..
Orang bilang mencari lelaki baik di jaman sekarang susah, atau mana ada cowo yang bisa jaga komitmen, ada pula yang ngatain ini dunia nyata, bukan negeri dongeng ataupun kisah negeri 1001 malam, mana ada cowo kaya gitu.

Kadang aku cuma bisa ngelus dada, coba kamu bayangin, aku 19 tahun dan belum pernah pacaran. Apa salahnya coba? aku cuma pengen kaya ibuku, dia gak pernah pacaran dan bisa dapet suami kaya bapakku. Bapakku mungkin bukan lelaki yang sempurna tapi dia selalu ada buat keluarganya, bertanggung jawab dan menjadikan anak-anaknya untuk jadi yang terbaik, ya setidaknya punya sopan santun dan beragama. Bapakku juga sangat menyayangi ibuku.


Oke, mungkin untuk suami atau imam terlalu jauh buatku yang masih semester 1 ini, tapi apa salahnya aku menyapanya lewat doa? Itulah caraku untuk menyapanya, untuk dia yang aku belum tahu namanya. Mungkin aku terlalu pemilih untuk urusan pacar, tapi ya sebenernya aku juga ingin punya pacar. Tapi apa salahnya memilih? Toh selama ini cowo-cowo juga memilih pacar yang cantik menurut mereka, aku yang wajahnya pas-pasan dan bertubuh agak gemuk merasa tersisihkan. Kalau aku sih cuma pengen satu kok, gak mesti ganteng atau apa, cuma ingin dia taat beragama, ya seenggaknya sholat 5 waktulah, itu aja. Apa bener-bener gak ada? Entahlah.

Wednesday, July 10, 2013

Juli is happiness.

Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang beragama Islam. Mohon maaf lahir batin yaa kalau saya punya kesalahan.

Di bulan ini harapanku sangat besar, mungkin karena aku belum beruntung di SBMPTN. Padahal perjuanganku sudah maksimal, tetapi mau bagaimana lagi, Allah belum menghendaki aku jadi Gamada2013.

Mungkin benar kata teman-temanku, kalau bermimpi jangan ketinggian nanti jatuhnya sakit. Melamar UGM dua kali, ditolak dua kali, semoga lamaran terakhir kemaren diterima aamiin. Daripada nangis gak berujung, nonton Nurarihyon no mago sennen makyou aja deh sampai selesai. Keren banget si Rikuo Nura kyaaaa, kakkoi desune?

Nih liat kegantengan sandaime yakuzanya yokai, sumpah moodbooster banget!!


dari kakek sampe cucu, gantengnya nggak ilang ilang!! Nurarihyon itu yang rambutnya gold, Rihan yang rambutnya hitam, sedangkan my Rikuo yang rambutnya silver. mukyaaa :3


Nurarihyon itu katanya ada beneran loh dalam sejarah jepang, belum sempet cari-cari kebenarannya sih mihihi. Ini recommended banget bagi kalian yang suka anime bergenre action dan supranatural, buat yang penakut (seperti aku) juga cocok kok, yokainya gak terlalu nyeremin, ceritanya bagus, Rikuonya juga ganteng mihihi..


By the way, doain aku di UGM di jalur UM yaa. Semoga diterima jadi Gadjah Mada Muda Harapan Bangsa 2013.