Showing posts with label Journal. Show all posts
Showing posts with label Journal. Show all posts

Saturday, September 8, 2018

Harumkan PHB Melalui Keindahan Karya Sastra

Hajar Intan Pertiwi dinobatkan sebagai Juara Harapan 1 di UPS Tegal


Hajar Intan Pertiwi (24) kembali meraih prestasi untuk Politeknik Harapan Bersama (PHB), atau biasa disapa akrab dengan Intan. Mahasiswa Program studi Teknik Komputer, yang dinobatkan menjadi Juara Harapan 1 Tangkai Tulis Cerpen pada Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Daerah (PEKSIMIDA) Jawa Tengah 2018 yang diselenggarakan oleh Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia. Setelah melalui proses seleksi yang ketat dan bersaing dengan 26 universitas se-Jawa Tengah, akhirnya Intan berhasil mendapat predikat Juara Harapan 1 2018. Acara yang berlangsung di Universitas Pancasakti Tegal pada tanggal 11 Agustus 2018.

“Tradisi lisan mudah hilang dalam ingatan, sebaliknya tulisan akan selalu abadi sepanjang masa. Kegiatan menulis sangat berguna, terutama dalam mendokumentasikan sesuatu, entah kisah hidup, kisah spesial yang dianggap perlu dikenang selamanya, hingga peristiwa sejarah” ujar Intan, yang juga aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) tampaknya akan menjadi penerus sastrawan Tegal.

Intan lebih suka menulis tentang kearifan lokal dan budaya di daerahnya. Salah satu contoh cerpen yang pernah ditulis dan mendapatkan prestasi yaitu cerpen yang mengangkat cerita tentang Sintren dan Nelayan.

Intan pada tahun 2016 mendapat penghargaan sebagai Juara 1 tingkat PHB, dan ia jadi delegasi tingkat provinsi, kemudian mendapatkan Juara 3 PEKSIMIDA Jawa Tengah. Ia mengangkat tulisan tentang kearifan lokal Tegal yaitu Sintren, merupakan salah satu bagian budaya atau kesenian yang pernah ada di Tegal dan perlu di lestarikan.

Tahun 2018, Intan mendapatkan Juara 1 tingkat PHB, dan ia menjadi delegasi tingkat provinsi lagi dengan tulisan yang bertema Kearifan Lokal sebagai pemersatu bangsa. “Saya lebih suka menulis tentang isteri nelayan yang berjuang melawan kemiskinan, kisah yang berlatar di pesisir, kisah yang penggambaranya di Muarareja. Tetapi kisah-kisah nelayan jarang di mediakan, padahal nelayan bagi saya profesi yang menginspirasi yang perlu di ketahui media,” ujarnya.

Gadis yang juga lolos Kelas Cerpen Kompas 2018 ini sempat kebingungan menentukan alur cerita, namun dengan optimis ia mengambarkan sosok nelayan. “Saya yakin, kisah nelayan yang saya tulis ini akan bermanfaat khususnya dalam khasanah cerpen.
Pada akhirnya keindahan akan mengasah empati, untuk turut merasakan dan berbuat bagi orang-orang yang sedang kesusahan
Menara Kompas
Hajar Intan Pertiwi
Lahir: Tegal, 02 Desember 1994
Pendidikan: Program Studi Teknik Komputer Politeknik Harapan Bersama
Karya:
– Cinta Dalam Diam (Cerpen - 2016 - Mata Kampus)
– Twisted Friendship (Cerpen - 2016 - Juara 1 Peksima PHB)
– Selendang Sayyida (Cerpen - 2016 - Juara 3 Peksimida Jateng)
– Rujak Uleg (Cerpen - 2017 - Mata Kampus)
– Perahu Ubay (Cerpen - 2018 - Juara 1 Porseni PHB)
– Isteri Lelaki Garam (Cerpen - 2018 - Juara Harapan 1 Peksimida Jateng)

Penghargaan:
– Juara 3 Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Daerah Jawa Tengah 2016.
– Penghargaan dari Politeknik Harapan Bersama Tahun 2016.
– Juara Harapan 1 Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Daerah Jawa Tengah 2018.

Wednesday, June 20, 2018

Kota Seribu Mimpi

Kota Seribu Mimpi
Oleh Hajar Intan Pertiwi


Yogyakarta, Kota Seribu Mimpi. Begitulah kusebut kota yang selalu kusinggahi setiap libur sekolah. Kota yang mengubur dalam mimpi-mimpiku. Kota yang bercerita tentang cinta pertamaku. Ya. Yogyakarta. Siapa sangka aku akan melangkahkan kaki ku setelah dua tahun berlalu, tepat pada bulan April 2015 terakhir kali ku tengok kota yang adem ayem itu, ya meskipun kini keindahan tersebut penuh berisi lalu lalang kendaraan bermotor dan polusi. Bukankah Yogyakarta tetap spesial? Ya, entah sejak kapan aku bermimpi bertempat tinggal disana. Ah sudahlah.
Kini saatnya aku melihat kedepan. Ya, masih ada mimpi-mimpi indah yang menunggu diwujudkan. Penulis.
Ya, ya, ya!
            Siapa sangka Yogyakarta memberimu cerita untuk kesekian kalinya? Memberimu mimpi yang selama ini kamu idamkan. Ehem. Maksudku langkah awal menuju mimpi. Kampus Fiksi Emas. Mungkin kalian tidak mengerti apa itu Kampus Fiksi, tetapi bagi seseorang yang senang merangkai sesuatu di kepalanya menjadi sebuah tulisan pasti tahu.
”Alhamdulillah, aku mendapatkan kesempatan bertemu dengan penulis-penulis hebat.”, batinku.
            Namun, dilema muncul membawa keraguan yang nyaris memutus langkahku. Serangan pertanyaan bergelayut di benakku.
”Bagaimana mungkin aku kesana? Apa yang harus aku lakukan untuk bertemu mereka? Joko Pinurbo, Linda Christanty, dan penulis lainnya.”
Aku harus kesana.
Bagaimanapun aku harus kesana.
Aku yakin aku bisa kesana.
Sebisa mungkin aku meyakinkan diriku sendiri. Bapakku pernah berkata bahwa, satu keyakinan positif akan membawa dampak positif dibanding ribuan keraguan. Aku memutuskan fokus kepada keyakinan positifku.
Ndilalah kabar baikpun datang. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Mata Kampus bersedia mensupport kami. Ibu Wiwid, Pak Har beserta rekan-rekan Mata Kampus mendukung dan memfasilitasi kami para jurnalis amatir untuk mempelajari kepenulisan, bertemu orang baru, menambah pengalaman dan manfaat yang mungkin akan kami dapatkan disana. Sungguh. Tak sabar hati ini untuk menantinya.

Tegal, 22 April 2017.
Seperti biasa sebelum keberangkatan, aku dikeroyok tugas-tugas organisasi. Pukul menunjukan pukul 20.00, masih juga berkutit di masalah organisasi. Aduh. Apa masih bisa? Masih. Aku yakin. Entah keyakinan seperti apa yang ku yakini. Sedang kondisi badanku tidak karuan.
Benar, akupun bisa berangkat. Alhamdulillah. Tak henti kubersyukur pada-Mu, Ya Allah.
Berangkat dari Tegal pukul 21.30 malam kami pun melakukan perjalanan yang cukup berliku dan kondisi jalan yang kurang bagus. Seperti yang kalian ketahui perjalanan Tegal-Yogyakarta akan terasa indah di siang hari, rindang bertebaran di tepi-tepi jalan, memancarkan aura sejuk bahkan ketika kami di dalam mobil sekalipun. Tetapi tidak hari itu, kami berangkat malam hari. Aku tak pernah sekalipun bermasalah dengan mobil, bus, travel ataupun kendaraan bermotor lainnya. Bahkan seringkali aku bepergian seorang diri ke Yogyakarta.
Entah ada apa dengan hari itu. Ah iya, kondisiku memang tidak karuan. Aku mulai merasakan isi perutku terkocok bak blender yang hendak melumatkan buah. Mual. Mual sekali rasanya. Aku harus berhenti. Aku tak tahan. Kalau begini bisa-bisa aku… Ya, tepat sekali dugaanku. Isi perutku tidak bersahabat. Bukan hanya isi perut ternyata yang berontak, suaraku hilang.
Well, at least kami sampai dengan selamat di kota seribu mimpi ini.
Ya. Yogyakarta.
Rest area pom bensin selalu menjadi tempat mewah ketika bepergian. Ya kami memutuskan istirahat disitu, pada pukul 06.00. awalnya kami bermaksud mencari Asrama yang disediakan Panitia Kampus Fiksi. Namun, apa daya belum berjodoh.

Yogyakarta, 23 April 2017.
 Pukul 07.00 kami sudah bersih-bersih dan setelah itu kami memutuskan untuk memuaskan cacing-cacing yang mulai perotes karena terabaikan. Setelah berunding kami menjatuhkan pilihan pada Sop Ayam Pak Min Klaten.
Finally, Kampus Fiksi Emas!!
Tak kupedulikan suara yang menghilang entah kemana. Aku menyebutnya “Hari Bisu”, bagaimana tidak? Bicara saja tidak bisa. Astaga!
Sudahlah. Tak perlu bertanya, catat saja! Ambil pengalaman dan ilmu mereka! Kelak kau akan bertemu mereka lagi. Yakinlah.”, perdebatan batin ini terjadi lagi. Setidaknya itulah yang memotivasiku selama berjalannya acara.
Acara yang diselenggarakan oleh Penerbit DivaPress yang berusia empat tahun, Kampus Fiksi telah membuka jendela kesempatan penulis pemula untuk berkarya.
Pembukaan acara diawali dengan sambutan yang dibawakan oleh Bapak Edy Mulyono selaku Rektor Kampus fiksi yang ternyata merupakan penulis buku. Judul ”Saya tidak boleh berbicara sejak kecil demi kebaikan-kebaikan” mengihasi sampul bukunya.
Bersama Bapak Edy Mulyono
“Kampus Fiksi Reguler ditiadakan.”, kabar tersebut terselip disambutannya yang hangat.
Lanjut pada Bapak Joko Pinurbo, atau Mas Jokpin, sapaan akrabnya. Mas Jokpin menerangkan bahwa Budhi Darma mengilhami setiap karyanya.
Bersama Joko Pinurbo
Joko Pinurbo, "Menulis itu harus menentukan tema menurut teori sastra yang justru menghambat saya. Saya mencoba melawan teori itu" #KFE2017
Jokpin mengatakan bahwa lebih baik jadi manusia biasa, tapi karyanya "gila". Daripada jadi manusia gila, tapi karyanya biasa. #KFE2017
Kata-kata tersebut mengihasi kicauan-kicauan sosial media yang kugunakan. Berkat beliau aku belajar bagaimana memposisikan diri pada orang lain membuat kita semakin bijak dalam bertindak.
Selanjutnya adalah Ibu Linda Chistanty. Menulis itu untuk peradaban, begitulah kata beliau.
            Cerpen-cerpen terpilih karya para nomine lomba cerpen #KFE2017 bisa dibeli dengan diskon 30%. Tentu saja aku tak segan membelinya.
            Bermimpilah, entah sampai kapan. Kau cukup bermimpi. Dan yakin dalam mewujudkannya.

            Untuk Mata Kampus
Yogyakarta, 23 April 2017





Wednesday, June 13, 2018

Manusia Setengah-setengah part 2

Malam, kali ini saya akan bercerita kegundaha saya dalam mengerjakan Tugas Akhir. Saya adalah perempuan yang sangat menyukai kata-kata, anggaplah saya merupakan bagian dari kata-kata. Belajar bahasa merupakan hal yang paling menyenangkan, dari bahasa indonesia, bahasa inggris, dan bahasa jepangpun bisa saya taklukkan. Tapi aku mengalami kesulitan dalam memahami bahasa pemrograman, hahaha tentu saja itu lelucon.

Saya penulis cerpen, ya saya tidak bilang bahwa saya terkenal. Saya hanya dikenal dikalangan saya sebagai penulis cerpen, karya saya beberapa kali memenangkan lomba tingkat kampus dan tingkat provinsi, profil saya pernah sekali dimuat di Radar Tegal. Dan beberapa karya saya dimuat di Mata Kampus, yakni Majalah Kampus Politeknik Harapan Bersama. Saya merasa kurang saat mempelajari cerpen, yang tadinya hanya penulis blog, kini sudah dimuat di media cetak, dan ingin sekali membuat Kumpulan Cerpen sendiri.

Dan kembali ke bahasa pemrograman, mana ada bahasa dari lisan dan tulisan kata-kata disamakan dengan bahasa yang peling ruwet yang membuatmu pusing. Entahlah. Saya mengalami kebosanan dalam mempelajarinya. Saya tahu, saya hanya sedang setengah-setengah. Bagi pengikut blog saya, pasti kalian tahu kalau penyakit "setengah-setengah" saya muncul, pasti sangat menjengkelkan. 

Ketika seseorang berkata "payah" padaku, wajah saya seperti ditampar. Yang paling mengganggu saya adalah karena ia benar. Aku mengerjakannya setengah hati. Saya berperang melawan banyak ketakutan serta keraguan di benak saya. Apakah saya berbakat dibidang Programming? Bagaimana kalau saya buntu ditengah-tengah? Akan jadi apa saya setelah lulus nanti? Bisakah saya membahagiakan Ibu, Bapak, Mamas, dan Adek nanti? Atau saya akan tetap menjadi benalu yang terus-terusan merepotkan semua orang? Emm, tentu saja keluarga saya tidak pernah mengatakan saya benalu, tapi ya saya sendiri yang menyadari hal tersebut hahaha. Segera jelaslah bagi saya kalau saya ketakutan, ketakutan berkompetisi, ketakutan mengecewakan, ketakutan mecoba dan mungkin gagal. Dan semua ketakutan ini menghambat saya untuk mengerahkan yang terbaik.

Seperti yang tertulis buku yang tiga tahun lalu saya pelajari dan praktekkan, The 7 Habits of Highly Effective Teens karya Sean Covey, buku yang diberikan Bapak saat saya memutuskan untuk kuliah, meninggalkan Tugas Akhir saya atau menguatkan komitmen saya.
Saya baca tulisan Arnold Bennett di buku tersebut yang menggambarkan dilema saya, "Yang tragis adalah orang yang seumur hidupnya tidak pernah mengerahkan seluruh kemampuan maksimalnya."
Karena tidak pernah mengalami tragedi, saya memutuskan untuk mengerahkan kemampuan maksimal saya. Saya memutuskan untuk berhenti bersikap tanggung-tanggung. Saya tidak tahu apakah saya berpeluang untuk sidang bulan depan, tetapi kalaupun tidak, setidaknya saya sudah mencoba.
"Saya bertekad."
Saya menang dari pergumulan batin. Ini masih menjadi proses saya untuk mengerahkan kemampuan. Semoga saya bisa menyelesaikan Tugas Akhir ini tepat waktu. Aamiin.

Monday, September 18, 2017

Tugas Akhir? Nay or Yay?

Sesi curhat nih guys. Tahukah kamu ? Aku merasa tidak percaya diri belakangan ini. Kalau kalian yang mengikuti blog aku pasti tahu, aku memang bukan tipe orang yang punya rasa percaya diri tinggi. Aku pesimistis, pemurung, lone wolf, minderan, telatan, what else? Well, that's me. Tapi itu dulu, sebelum negara api menyerang. Eh. Aku memutuskan berubah, tombol restart terlanjur aku klik. So I was playing a new game since ospek 2015. Here I'm now.

Bukannya aku mengatakan bahwa hidup itu seperti permainan, bukan. Itu hanya penyemangatku ketika menemui kegagalan, ups, maksudku tahap menuju keberhasilan. Bahkan hidupku sudah aku isi dengan hal-hal postif yang diluar dugaanku. 

Siapa sangka aku akan pandai bicara di depan umum? Aku bahkan tipe orang yang dipercaya guru SD mengikuti lomba pidato bahasa jawa malah jatuh sakit karena takut sebelum berperang. 

Siapa sangka aku naik pesawat ke Kalimantan demi organisasi? Padahal aku dulu mundur sebelum ikut seleksi DP(pramuka SMP) di SMP ku karena takut di gojlog kakak kelas. 

Siapa sangka aku akan menjuarai lomba menulis cerpen tingkat Jawa Tengah? Sedangkan aku hanya berani menulis cerpen-cerpen ku di blog yang alamatnya aku sembunyikan dari siapapun karena malu. 

Siapa sangka aku berjuang mendapat beasiswa tiga kali demi kuliah? Sedangkan dulu aku hanya tau caranya bersenang-senang. 

Ya, ya, ya.

Time flies.

Aku berubah, kamu berubah, dia berubah, kita semua berubah. Ada yang lebih baik, tak sedikit pula yang lebih buruk. 

Tetapi jika ku sedang sendirian, ketakutan ketakutan selalu bermunculan. That's true. Kadang diantara keramaian aku masih selalu merasa sendirian. Terutama di kelas. 

Tugas Akhir. 

Iya.

Fokusku tertuju pada dua kata yang membuat batinku berperang. Mengapa takut pada Tugas Akhir? Karena aku sendirian. Aku dilemma, pikiranku berkecamuk sendiri. Tidak tahu harus berbuat apa. Mau mengambil judul apa, aku tidak tahu. Teman-teman lain memilih hardware karena itu spesialisasi program studi kami, tapi it does cost too much money. Jadi kamu yang berkocek pas-pasan tidak bisa berjuang sendirian untuk mengerjakannya, kecuali berkelompok. Ya, memang itu bukan minatku. So yay or nay? still think 'bout it tho'.

Okay, that's it. Sesi curhatan malamku. Abaikan saja rek

Monday, February 20, 2017

Merindu

Pantai, ya benar! kemana lagi kalau bukan pantai? Melihat senja bercumbu dengan laut adalah suatu hal yang kusenangi. Kepalaku terobsesi dengan kisah cinta yang berakhir bahagia, dongeng-dongeng yang utopis. Termasuk kau, iya kau. Kau tahu bukan? Aku menyukaimu Langit, teramat-sangat. Terangkai indah begitu jelas tentangmu di kepalaku, segala ingatan tentangmu aku kenang.
Ah sudahlah, berhenti mengkhayal. Ingat mimpimu, ingat sudah berapa tahun kau menjalani hidup. Kau bahkan tahu betul, semua khayalan kekanak-kanakanmu tentang Langit pasti kan ditertawai olehnya.
"Senja, sedang apa kau? Menyendiri dengan sepi, apa kau gila?" Seru Langit pada senja.
"Diam kau, sudah berapa lama kau disana? Tidak ada sopan santun."

Hai, entahlah itu bagian dari cerpen Langit dan Senja. Dari dulu ingin punya tokoh utama yang bernama Langit dan Senja. Kaku banget ya? sudah lama tidak menulis hehe.. Mungkin aku akan mengisi Wattpad ku, jadi tunggu saja ya..

untuk kau yang selalu kurindu, kelak kau akan mengerti betapa aku memikirkanmu disetiap waktuku. menyapamu melalui doa adalah hal yang bisa kulakukan.

Sunday, July 24, 2016

Secangkir Kopi

Adakah yang aneh dari secangkir kopi?
Tentu tidak.
Hanya saja, isi kepalaku menerawang jauh.
Sejak kapan aku meminum kopi?
Ya, ya, ya!
Potongan-potongan kenangan berkecamuk di dalam benakku. Ingatanku terus menerawang jauh, menyusuri jalan sempit yang bernama kenangan.
Ya, aku ingat. Dahulu aku sangat menikmati susu yang tawar, aku merasa sehat jika meminumnya. Aku biasa meminum susu tawar dengan sepiring roti maryam, yang juga tawar rasanya. Tak lupa kububuhkan susu kental manis diatas roti maryam itu, siapa yang akan menolak makanan selezat itu? pikirku.
Semua berubah, tawarnya susu yang biasa aku minum membuat tawar pula hidupku.
Semenjak kau jauh.
Tawarnya susu kini ku ganti dengan secangkir kopi.
Pahit? Tidak, aku tidak berniat memahitkan hidupku yang terlanjur tawar.
Kopi creamy late, itulah pilihanku. Tak perlu sepiring roti maryam ataupun martabak, cukup secangkir kopi creamy yang menemaniku.
Ya, aku harap rangkaian doaku dikabulkan oleh-Nya agar kelak kau juga akan menemaniku.

Hai sahabat Intan, sudah lama tidak menulis di blog nih. Kesibukanku yang banyak membuatku lupa, ada blog usang yang menemaniku menulis dari SMP. Insya Allah aku akan berceloteh banyak tentang kehidupanku telah terjadi di 2016 ini. Antara lain MKK Reunion di Jakarta, DAD IMM di Kudus, MUNAS FKMPI di Kalimantan dan masih banyak lagi. Sebelum itu, Intan minta doa agar dimudahkan dalam PEKSIMIDA cabang cerpen. Alhamdulillah bisa mewakili kampus tercinta untuk ikut meramaikan PEKSIMIDA. Lengkapnya aku cerita setelah pulang dari sana yaaa. bhaaay!

Saturday, January 2, 2016

Hi 2K16

Hai, aku Intan. Aku punya banyak pengharapan. Di tahun ini aku ingin melakukan sesuatu yang ingin kulakukan sejak dulu. Entahlah. Mungkin ada kalanya aku menyerah, beberapa kali terjatuh dan menangis. Yang aku tahu, aku bukanlah pengecut seperti dulu. Aku kuat. Ya. Seberapa kalipun nasib hendak menjatuhkan aku, aku akan bangkit. Aku takkan jera, meskipun kau tak lagi sama. Meskipun kau sudah tak disisiku. Meskipun tak ada lagi yang mendengarkan tangisku. Aku rela, aku kuat sekarang.

Friday, October 23, 2015

sukasuka intan

hollaa netizen yang berbahagia, sejak memulai lembaran baru namaku berubah menjadi Intan. Memang namaku Intan, tapi aku lebih sering dipanggil Tiwi sewaktu SD SMP SMA, entah efek nama atau gimana, hidupku serasa lemah, gampang nangis, pemalu, minderan. Mungkin Tiwi tidak mempunyai arti yang spesifik kali ya, menurut pepatah apalah arti sebuah nama. Well, that's exactly right, but I  have strong feeling that is wrong too, you know why? Here my opinions..
Pertama, arti nama kamu tuh bisa jadi self reminder kalo kamu lagi dalam keadaan lemah alias hopeless. Misal ah gue malu nih, nama Intan kan diberikan ke gue agar gue bisa jadi wanita yang anggun, masa kelakuan kaya gini sih. atau masa gini aja nangis sih? gue kan dikasih nama begini biar tegar, gak gampang disakiti.
oke argumennya satu dulu yhaa, aku banyak deadline tugas nih kaak

Tuesday, September 15, 2015

Idk

Hi netizen yg berbahagia, entahlah.
Banyak sekali kejadian yang terjadi beberapa waktu belakangan ini. Ada yg bikin baper, ada jg yg bikin seneng.
Ada ide buat ngelanjutin cerpen-cerpen atau mantan calon novel yang terabaikan, di kepalaku banyak sekali ide untuk nulis. Sayangnya gak tau harus mulai darimana, percuma banget nulis tentang cinta, tapi aku sendiri gak begitu ngertii hahaha
Mungkin aku akan mencoba tentang 4 orang sahabat yang dipertemukan di acara pembukaan kampus, mereka akan berjuaang meraih apa itu mimpi, cinta, jati diri, dan pengalaman. Entahlah, tetiba ingin update blog, tapi berhubung kuota habis jd lewat smartphone aja haha.
Berikut adalah foto senja yang aku ambil dari tempat parkir Rita Park, matahari tenggelam yang manja ini sangat menggoda untuk difoto :3
Senja Manja

Sunday, August 9, 2015

sedikit curcol di minggu pagi

Dimana engkau berada disana cintaku...

"Kyou.. kau mau kemana?"

"aku akan pergi, tapi aku janji akan kembali Misa."

itu kata-kata yang terakhir kuingat setelah sepuluh tahun berpisah, teman masa kecilku, kyou.
entahlah, akankah kami dipertemukan kembali? akankah takdir berpihak pada kami?

"Misa, aku kembali."

"yaa.. selamat datang, kyou."


PS: Gak tau kenapa pengen bgt nulis tentang teman masa kecil, even though I don't have any hahaha. Cerpen yg Daytime Moon aja belum kelaaaar. Well whatever, as long as I can write a story.
oh iya readers, aku dapat kesempatan ngajar lagi di Desa Padamura. Rasanya bahagia banget kalo bisa bermanfaat bagi orang lain. Mengajar, menulis dan kuliah. Hal-hal yang aku inginkan Alhamdulillah terkabul tahun ini, no more tears I guess..
well, someday pasti bisa bikin perpustakaan buat anak jalanan dan sekolah anak-anak. I love kids so much, they have pure mind and have long road to go. Anak-anak masih bisa punya mimpi, apapun itu, jika kalian percaya dan terus berusaha, Allah pasti bantu :)
aku juga percaya, maka itu aku kuat! orang dewasa pun punya mimpi lho, termasuk aku.

Sunday, July 19, 2015

Happy Eid Mubarak!

Selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir batin.
Sudah lama banget nih gak update blog. Maaf kalo postingan-postingannya agak aneh belakangan ini, dan bahasa inggrisku masih jelek banget LOL. Mengenai beberapa post yang aku publish belakangan ini adalah proyek baru ku, aku ingin menulis tentang seseorang yang dunianya telah diselamatkan oleh hangatnya senyum. Jadi si cewe tuh bertepuk sebelah tangan, mmm gak juga sih hahaha, we'll see then. Tapi setelah si cewe sadar perasaannya, si cewe enggan deket-deket sama cowo itu, karena dia takut, takut jatuh lebih dalam.

well, kira-kira begitulaah. sebenernya aku pengen banget bikin tentang prince and princess story yang penuh fiksi, tapi kayanya ditunda dulu deh. Karena pengetahuanku masih cetek banget, mending bikin yang aku udah tau banget, contohnya patah hati, cinta sepihak, ugh... kayanya gak enak semua hahaha.

Tuesday, January 6, 2015

Manusia Setengah-setengah

Manusia setengah-setengah, begitulah sebutan ibu kepadaku. Aku, hampir selalu terbawa khayalan setiap membaca, mendengar, merasakan setuatu, tapi disaat melakukannya, aku hanya melakukannya setengah jalan. Mengesalkan mungkin bagi orang disekitarku, pikiranku mampu berubah dalam hitungan hari, bahkan dalam hitungan jam. Aku peragu, entah apa yang menyebabkan aku ragu dalam hidup, atau aku memang terlampau jauh dari-Mu? 
Kadang disaat kulelah dalam perjalanan, aku bertanya, "kemanakah seharusnya aku pergi? Apa jalan yang aku pilih ini benar? Atau semua hanya khayalan mulukku? Entah.."

Mimpiku jelas, ya aku ingin sekolah tinggi, bahkan sampai S4 pun kujalani. Aku ingin ke Jepang, jelas sejak kelas 3 SD aku sangat terobsesi dengannya. Aku ingin punya rumah untuk bapak dan ibu, karena aku bosan menjadi manusia pra-sejarah. Aku ingin punya keluarga sakinah, mawadah dan warohmah, punya suami yang menjadi imam sesuai khayalanku, punya anak dua kalau bisa sih kembar dan sepasang, tapi aku bersyukur dengan siapapun anakku kelak. Aku ingin jadi ibu rumah tangga yang mengurus anak-anakku dengan cinta dan kasih sayang, serta mengenalkan mereka tentang agama, dibalik itu aku juga seorang wanita karier yang mempunya restoran jepang dan taman baca untuk anak-anak jalanan. Aku ingin menghabiskan masa tuaku bersama suamiku, anak-anakku serta cucu-cucuku. Aku ingin keliling eropa, aku ingin sekali melakukan banyak hal, aku bahkan berharap menjadi Menteri Luar Negeri.

Lalu mengapa aku belum kemana-mana sekarang? Aku bahkan belum melangkah menuju sarjana, sedangkan teman-temanku beberapa sudah keluar negeri..
Hmm mungkin, mimpiku belum mendapat restu dari-Mu.. Mungkin aku terlampau jauh dari-Mu, sehingga aku tidak pernah konsisten dalam hidupku. 

"Ya Allah, aku bosan menjadi manusia setengah-setengah. Aku ingin hidup bebas mengejar mimpiku. Tanpa ragu. Tanpa Takut. Aku ingin mendekatkan diri kepada-Mu Ya Allah. Kepada-Mu sang pemilik alam semesta, Ya Allah. Agar mimpi bukan sekadar bunga tidur, agar khayalan tidak menipu akal sehat, dan 
agar harapan selalu hadir disetiap tangisku."

6 januari 2015.

Saturday, January 3, 2015

Hai, dunia!

Hai dunia! Kali ini aku memberanikan diri untuk berbagi pengalaman, tahukah kalian aku ini seorang pemimpi? ya aku memang percaya bahwa Allah Mahabesar, maka akupun percaya, bahwa mimpiku adalah harapan menuju lebih baik. Tentu, tak mudah jadi aku, berbagai macam problema hidup ku jalani dalam dua tahun terakhir. 

Apa aku menyerah? tentu saja, manusiawi bukan? menyerah disaat keadaan menolak berteman denganmu, aku terus memanjakan egoku dalam kesedihan, kesedihan yang tak berujung. Aku bahkan hidup dalam ketakutan, takut untuk berkomunikasi, takut untuk keluar rumah, bahkan takut bertatap muka dengan manusia lainnya. 


Aku menjadi manusia tertutup dan emosional, menangis adalah pelarianku, setidaknya dengan menangis aku bisa melegakan semua emosiku, tapi itu hanya sementara. Setelah itu masalah-masalah selanjutnya pun muncul.



Sungguh sangat menyedihkan hidupku kala itu. Aku bahkan tidak dapat membantu orang tua ku, aku hanya menikmati kesedihanku, tanpa berniat berpikir positif sedikitpun. Kelamaan aku sadar bahwa ini tidak baik, ibu butuh aku, bapak butuh aku, aku tidak boleh terus bersedih. 

Aku mulai melihat kedepan, aku tidak ingin merasa sedih walaupun sedetik, begitu tekadku. Mengajar di sekolah dasar swasta ternama di Tegal pun kujalani, tapi karena aku hanya lulusan SMA, setelah beberapa hari bekerja aku dipindah ke playgroup. Sedih sekali, ternyata gelar sepenting itu. Tapi aku tak mau sedih terus menerus, ternyata tak seburuk dugaanku, senyum anak-anak itu membuatku luluh. 

Aku memang menyukai anak-anak, bagaimanapun cita-citaku sewaktu kecil memang ingin seperti ibuku, yakni ibu rumah tangga, walaupun ibu kini juga bekerja bersama bapak di warung padang kami. Anak-anak itu penghilang dukaku, tapi ternyata memang melelahkan sekali mengurus anak usia 3-4 tahun. Aku jatuh sakit dan akhirnya berhenti dari sekolah tersebut dalam jangka mengajar kurang lebih tiga bulan. 


Namun, aku tetap tidak ingin berhenti mengajar, akupun mengikuti komunitas di Tegal yang tujuannya untuk mempercerdas anak daerah yang kurang mampu. Fokus komunitas tersebut adalah mata pelajaran komputer, tetapi berhubung aku pandai berbahasa inggris, para panitia komunitas tersebut memintaku mengajar bahasa inggris juga. Sekarang kegiatanku hanya membantu orang tua dari siang sampai sore, karena paginya harus mengajar. Berbagai pekerjaan aku jalani, tapi satu yang tak akan pernah lepas dari otakku, 
"aku ingin kuliah, aku ingin bermanfaat bagi orang lain dan aku ingin mengangkat derajat orangtuaku."

Friday, December 12, 2014

Twentieth

Dōmo konnichiwa. Tottemo ohisashiburidesu.
Seperti biasa cherry, setiap tahun saat aku menemui hari lahirku ada beberapa hal yang terjadi, entah itu sedih, senang, kecewa, gembira atau berbagai perasaan lainnya.
Tahun 2014 nyaris seperti tahun 2013, bedanya aku bersama keluargaku.

Tahun kemarin sepi, amat sepi. Di kota orang yang semuanya baru, aku menjadi orang baru disana. Beda, tentu berbeda, dua tahun yang lalu, tepatnya 2012, semua beramai-ramai menyelamatiku, memberi kejutan. Mendapatkan kado-kado kecil dan kartu ucapan. Setelah semua kehebohan ulangtahun itu, malam harinya ditutup dengan makan bersama di restoran dan tidur indah yang lekat dengan kebahagiaan. Sedangkan tahun kemarin, tahun 2013, tak seorangpun tahu kapan ulangtahunku, kontras sekali. Bulir-bulir airmata mengalir menghadapi kesepian mencekam. Di lingkungan itu, kenyataan bahwa kehidupanku berubah seratus delapan puluh derajat membuatku kelu. Meskipun beberapa temanku mengirim pesan, bahkan menyambung suara melalui telepon. Kenyataan bahwa gadis yang selalu merasa aman dan penuh kehangatan berubah menjadi gadis dengan finansial yang minim.


Well, I’m ok cherry. Tahun 2014 ini memang sepi, tetapi keluargaku yang nyaman tetap memberiku hadiah luarbiasa. Meskipun harus dibayar dengan putusnya aku dengan bangku kuliah hehe. Tentunya jauh lebih mengharukan bersama keluarga. Aku lahir diantara keluarga yang sangat hangat, keluarga yang menyenangkan.


Jadi semua kesedihan berubah menjadi kesenangan, meski teman-temanku nampak lebih jauh dari jangkauanku, tetapi partner seumur hidupku, naura dan sarah, tetap selalu mengirim pesan meski mereka jauh. Dan entah mengapa diantara semua teman-temanku, merekalah sahabat yang menerimaku bahkan ketika aku jatuh ke jurang paling dalam sekalipun, mereka selalu mendukungku, tidak menjauhiku ketika aku tampak memelas. Aku pun menemukan orang baik yang dikirim Allah untuk jadi temanku disaat aku menganggur, dia Mbak Ratih. 


Ini adalah ulangtahunku yang ke-20, sepi dan hambar. Banyak yang ingin aku ceritakan, tentang perasaan negatif yang menyelimutiku. Bahkan ketika satu orang tidak ingat padaku, mungkin juga dia menghindariku. Well, even though dia mengucapkan beberapa hari setelah itu. Galauku karena kamu, bahkan aku berulang kali memimpikan kamu. Kamu malah menjauh pergi entah kemana. Mungkin memang Tuhan tidak menghendaki kau bersamaku. Bukan, aku tidak menyerah, aku berusaha menjadi temanmu, aku masih ingin jadi temanmu. Tapi kau tak meresponku. Yasudahlah.


Oh iya, tanggal 2 desember lalu aku juga menangis lho cherry. Mungkin kalian yang sudah sering membaca blogku, aku meneteskan airmata nyaris di setiap ulang tahunku. 

Dulu lebih sering airmata bahagia dan haru, sekarangpun iya. Ibuku sang wanita tangguh yang aku sayangi dan bapak sang lelaki bijaksana itulah yang membuatku menangis bahagia. Aku menyayangi mereka.  Mereka manusia super yang dikirim Allah untuk menjagaku dan membahagiakanku hingga umur 20. 
Ya Allah, jagalah mereka.

cerita tentag apa yang bapak ibu lakukan untukku disambung nanti ya cherry :) have a nice dream :)


Wednesday, December 10, 2014

Dec.

Hello december, terlambat mungkin untuk mengucap halo. Desember itu spesial lho chers, mengaduk-aduk emosi dan perasaan. Hujan, yap desember identik dengan hujan. Hujan itu sejuk, indah, damai tapi dingin dan misterius. Seperti kamu haha (apaan sih).

Cherry, simpel aja ya, aku mau bagi cerita tentang orangtuaku yang super hebat, pejuang yang kuat. Hmm, mungkin cherry-cherry tidak mengerti apa yang kukatakan, dan tidak seterharu aku ya.. jadi lain kali ya cherry ceritanya.

Oh iya cherry, curhatanku pindah ya... Di blog ini mungkin hanya akan kutulis fiksi, karena beberapa orang sudah menerka-nerka isi tulisanku, terutama yang non fiksi. Aaaak berasa terkenal kali ya, engga gitu kok, sebenarnya cuma ingin suasana baru aja.
Aku pindah socmed chers, mungkin socmed yang itu juga pasti akan ketahuan cepat atau lambat, tapi yang penting tetap menulis dan berkarya ya chers. Happy Birthday to me yaay..

Maaf kalau aku suka gak jelas chers, emang gitu haha.

Friday, October 3, 2014

I'm Happy!

fuhuuu I have good news for you guys..
Kemarin-kemarin kan galau, sekarang saatnya bergembiraa.. new guy has come to my life!
Too bad I don't know his name yet, but... it was love at the first sight.
Sayangnya, aku gak bisa ngomong kalau ketemu huff.. kalau ngasih kembalian uang juga gugup, pasti tuh orang nganggep aku oon banget. Kalau gak salah kita udah ketemu 3 kali, alhamdulillah senyumnya mengalihkan hatiku yang gundah #ciaaa

Ngomong-ngomong soal fiksi dan sejenisnya, sebenarnya nih, di buku catetanku banyak bahan inti yang bisa dijadikan bahan untuk cepen. Cuma ya itu, seperti biasa ceritanya mainstream banget. 
Aku sih berharap ada seseorang untuk memberi inspirasi datang, bukan inspirasi tentang kesedihan yang biasa "orang itu" hadirkan. Ingin menemukan kebahagiaan baru, tanpa tekanan, hanya ada kebebasan untuk berekspresi. 


Can't find a mirror to see what I see in you
But I will follow you until you see it too
I know I can't help but love everything you do
But you can’t see that and girl I like that
I’ll be there when you don’t know what you should do
If your heart breaks I’ll be there to fix it too
I LIKE THAT - BEFORE YOU EXIT


Monday, August 18, 2014

no caption

Belakangan saya merasa novel saya tidak akan pernah ada ujungnya, novel yang diangkat oleh sebagian kisah nyata memang agak berat. Kadang memang kisah nyata lebih mengharu biru, lebih rumit, dan tidak terduga, ya itu lah kuasa Allah. Mungkin akan lebih nyaman dituturkan apabila itu murni imaji kita, menulis dan menulis, sesuai apa yang kita bayangkan.


Ibaratnya nih, di tulisan mungkin kita dapat menentukan happy ending dengan mudah, tetapi di kenyataan proses mendapatkan akhir yang bahagia itu adalah proses selama hidup kita. Bagaimana kita memperlakukan orang lain, bagaimana sikap kita kepada orangtua, banyak "bagaimana" yang harus kita perhatikan, karena di kenyataanpun, setelah menikah pasti ada masalah, nah tugas kita adalah menemukan solusi atas ijin Allah, jangan sampai masalah tertimbun selama berlarut-larut, di dunia nyata kejujuran dan saling percaya itu penting.

Mungkin di novel atau cerita fiktif lainnya, ada kisah si kaya dan si miskin, tetapi di kenyataan tidak sesimpel itu, ketika si kaya berubah menjadi si miskin, banyak terjadi culture shock disana. Dia harus bekerja ekstra keras demi cita-cita, dia harus membuktikan kepada sang penghina bahwa dia bisa, kadang cercaanpun tidak sedikit, lalu kadang dia harus menjawab pertanyaan-pertanyaan bodoh yang kadang menyakiti hatinya. 
Tentu itu tidaklah gampang, dahulu dia biasa hidup dibawah naungan orang tua serba ada, dia selalu merasa aman kapanpun dan dimanapun, sekarang dia harus berjuang agar orang tua mereka bahagia di hari tua, dengan perasaan tidak aman setiap ada tamu berkunjung atau setiap dia di luar rumah, dia harus waspada setiap waktu dan dimanapun.

Begitulah kira-kira perbedaan fiksi dan nyata, kita sebagai manusia hanya bisa mengikuti alur Allah. Ibaratnya nih, orang seperti kita kalau tidak punya mimpi pasti akan mati. Maka itu kita wajib bermimpi, agar bisa melihat harapan sekecil apapun untuk bertahan, ini petuah untuk semua kalangan, si kaya, si miskin, si kaya yang menjadi miskin, si pintar, si yang berusaha untuk pintar, si berpendidikan, si yang ingin berpendidikan.
Sebagian dari hidup adalah mimpi, sebagian lagi terjemahan bebas atas mimpi.

Sunday, August 3, 2014

Let me say something.

Hai pembaca yang budiman, post yang sebelumnya itu hanya sebuah tulisan saja. Tiba-tiba kata-kata tersebut muncul di kepala saya dan karena saya mulai bingung dengan novel yang saya buat, jadi saya bikin saja post baru. Bagi yang mengenal saya, mohon jangan salah paham.

Entahlaah, jangan tanya saya. Membuat novel cinta, tetapi belum pernah tau rasanya dicintai. Membuat novel tentang kekasih, tetapi belum pernah punya kekasih. Ini tuh seperti meraba-raba huruf braille bagi orang awam, coba deh kita raba hurufnya, susah dimengerti. Sedangkan bagi tuna netra, mereka mengerti bagi yang memperlajarinya.


Ah bicara apa saya. 


Oh iya, belakangan saya sedang memperdalam bahasa jepang saya. Dulu sudah khatam sih, tetapi begitu lulus SMA sudah tidak pernah menyentuh buku-buku lusuh tersebut. Akhirnya saya mengisi kekosongan saya dengan memperdalam hiragana, katakana, kanji dan semua yang pernah sensei saya berikan sewaktu SMA. Dan saya juga sedang belajar menggunakan bahasa Indonesia baku, entahlah dari kecil saya sangat menikmati belajar bahasa. Tidak seperti teman-teman kebanyakan yang begitu bergairah mengerjakan soal-soal eksakta, ya walaupun jurusan saya di SMA adalah IPA. Sebenarnya saya tidak tertarik, kecuali kimia. Hal ini pernah saya ceritakan di post-post sebelumnya.


Banyak sekali salah langkah dalam hidup saya, tetapi bukankah itu yang mendewasakan kita?

Friday, August 1, 2014

Pain.

Menyebalkan, aku memang terlalu lemah. Baru saja aku melupakan semua tentangmu, tetapi begitu dapat kabar tentangmu, mengapa aku selalu ingin tahu? Padahal bisa saja aku pura-pura tidak peduli.
Kamu sendiri yang menjauh, kamu yang pergi, dan dulu kamulah yang datang padaku.
Seolah hidupku dipermainkan olehmu, padahal banyak hal yang lebih penting dibandingkan kamu, aku bahkan bisa melupakan masalah-masalah yang menimpaku..hanya dengan memikirkanmu.

Bayangkan seberapa dalam kamu mendominasi dan memanipulasi seluruh kehidupanku, memang kamu tidak pernah memikirkanku, tetapi aku?

Aku yakin, kamu tidak pernah sedikitpun menyebut namaku. Entah mengapa namamulah yang tersebut disetiap aku menyebutkan nama seseorang. Kadang aku merasa konyol, ini semua gila. Semua itu bahkan tidak nyata, aku tidak pernah mempunyai kenangan nyata tentangmu. Semuanya hanya mimpi indah yang tidak pernah terwujud.

Tolong, ajari aku cara mengenyahkan kamu dari hidupku... kamu terlalu baik.

You shouldn't be like this..right then, the naive me just crashed into the sounds of love.

Thursday, July 17, 2014

Tujuanku.. ibu.

Ketika melihat ibu dan bapak banting tulang menghidupi keluarga. Ingin sekali ku gantikan posisi mereka. Melamar ke berbagai Taman Kanak-kanak dan tempat kursus untuk mengajar dengan bermodalkan kemampuan bahasa inggrisku yang sebiji jagung. Menjadi kasir di rumah makanpun aku jalani, tetapi aku belum bisa mengumpulkan pundi-pundi rizki yang ingin ku kumpulkan untuk ibu.
Aku ingin membelikan ibu rumah, itulah tujuanku. Sayang, aku hanya lulusan SMA yang mempunyai kemampuan terbatas tidak seperti lulusan SMK yang ahli dalam berbagai macam pekerjaan.

Aku sangat ingin ke Jepang, ingin sekali menjejakan kaki di negara sakura tersebut. Namun, ada ganjalan-ganjalan di hatiku, aku ingin sekali membelikan rumah buat ibuku, aku ingin orangtuaku menjalani masa tuanya dengan tenang. Tanpa seorangpun menghujat, tanpa harus mengeluarkan keringat untuk makan sehari-hari, aku ingin orangtuaku bahagia. Terutama ibu, begitu banyak tangis yang kubuat untuknya. Namun, beliau selalu melantunkan kata indah dan senyuman kepadaku. Beliau lah yang selalu aku rindukan ketika aku jauh dari rumah.

Tentu peran bapak sangat besar untukku, tetapi aku rasa kalian tahu, apa arti seorang ibu kepada diri kita. Ya Allah, bimbinglah hamba agar senantiasa membahagiakan orangtua hamba ya Rabb.