Saturday, December 10, 2022

Menuju 2023

Hi, usiaku sudah 28 tahun hari ini. Tak kunjung menemui "kamu" yang memang sudah tertulis untukku, aku masih bisa bersabar dan menunggu. Aku berdoa pada Allah agar tidak akan jatuh cinta sebelum bertemu "kamu". Kadang ada saatnya aku lelah, menangis sendirian tangah malam menunggu kamu datang. Menebak-nebak pertemuan seperti apa yang akan aku alami saat bertemu "kamu", apakah aku bisa bertemu "kamu" tahun ini atau bahkan tahun depan? Aku berharap tahun depan sudah bertemu "kamu" ya. 

Monday, September 12, 2022

Aku ikhlas.

Aku sadar selama ini aku menolak, menolak untuk mengakui bahwa aku patah hati. Aku selalu berpikir bahwa aku biasa saja, tapi makin lama aku sadar bahwa aku terluka. Harga diriku menolak untuk melukai diri sendiri, karena itulah aku marah padamu. Aku selalu benci caramu meninggalkanku. Aku sakit hati. Aku percayakan hati yang tidak pernah kubagi dengan siapapun kepadamu. Kamu adalah salah satu bahagiaku disaat aku terpuruk. Kamu membuatku merasakan apa itu dicintai. Tapi disaat yang sama pula kamu berulang kali menyakitiku. Sampai kamu benar-benar pergi dari hidupku. Aku yang belum siap menerima siapapun ini berusaha menerima orang baru di hidupku, sahabatku sendiri. Tapi aku lagi-lagi aku dikhianati, kali ini bukan dengan wanita lain, tapi dia yang belum siap berkomitmen. Aku kini sudah mengikhlaskan semuanya, aku menerima bahwa mereka yang pernah hadir dalam hidupku bukanlah jodohku. Bahwa merekalah yang membuatku menjadi makin kuat. Aku berterimakasih. Semoga kalian bahagia. Akupun berdoa untuk kebahagiaanku, untuk keluarga yang kusayang. Aku akan terus memperbaiki diri sampai aku menemukan "kamu" yang memang tercipta untuk bersamaku disisa hidupku. Kamu yang menerimaku dan menyayangiku. Aku akan bersabar sampai hari itu tiba, laki-laki yang berani menemui bapak dan kakakku untuk meminta izin hidup bersamaku. Orang yang akan menjadi partner hidup yang bisa menjadikanku wanita paling berharga di dunia. Yang bisa berbagi peran dalam rumah tangga, bisa bersama-sama memperbaiki diri lebih baik dan mengejar mimpi bersama-sama. Kamu yang akan jadi kepala rumah tangga, imam sekaligus partner hidup. Segera datang ya, aku akan sabar.

Tuesday, February 2, 2021

Tuesday, August 25, 2020

Salah pilih

Pernah gak sih kamu takut salah pilih? Atau kamu justru lebih takut kalau tidak memilih?

Sunday, August 9, 2020

malam

Belakangan suasana hatiku sedang tidak baik. Dan banyak sekali pikiran berkecamuk di kepalaku. Di usiaku yang menginjak 26, banyak orang yang mulai mempermasalahkan kapan aku menikah. Aku menikah bukan untuk memenuhi ekspektasi kalian, aku menikah untuk beribadah. Bapak ibuku saja biasa-biasa aja. Ko kalian repot? Aku ingin sekali menaikkan drajat orang tua. Kalian tidak tahu susahnya makan untuk sehari-hari, kalian tidak tahu kan rasanya berpikir besok akan tidur dimana? Tidak akan pernah tau. Banyak sekali pertimbanganku untuk membina rumah tangga. Ibadah terpanjang men. Asli. 

Thursday, August 6, 2020

Lalu

Jujur, rasanya sakit ketika melihat masalalu. Disakiti kadang bukan menjadi pelajaran tersendiri, tetapi tamparan yang meninggalkan luka. Aku masih saja berpikir, enaknya jadi diri dulu, gak perlu susah-susah memutar otak untuk bertahan hidup. Orang-orang otomatis menyukaiku, meski hanya tampak depannya saja.

Ya balik lagi itu masa lalu. Sekarang aku berjuang untuk diriku sendiri dan keluargaku. Aku bahkan terlampau senang bisa membeli sepatu seharga 180rb dengan keringatku sendiri.

Tapi aku sangat bersyukur. Aku bertumbuh. Walau kadang masih berusaha untuk bertahan.