Aku jadi teringat ucapan ibu ku, beliau melarangku tidur setelah sarapan, karena hal itu tidak sehat. Namun, apa daya kebiasaan ku setelah makan adalah nge-tweet sambil tiduran. Entah apa uang merasuki ku, aku merasa amat sangat mengantuk, tanpa sadar pun aku ketiduran.
Aku yakin, ini seperti nyata. Aku bahkan sempat berkata 'apakah ini mimipi?', lalu orang di depan ku berkata 'tidak, ini nyata'. Ia mengucapkannya sembari tersenyum. Aku pun percaya ini bukan mimpi, begini ceritanyaa...
"cepetan, kita harus ngejenguk ... (aku lupa namanya)." kataku gugup.
"wi, aku mau ngomong bentar." tiba-tiba ada suara di depanku, aku pun menengokkan kepala ku yang semula menghadap ke belakang.
"ada apa?" tanya ku heran.
"ayo ikut saja." begitu katanya.
"sebentar saja ya." ucapku, karena saat itu kami semua sedang terburu-buru.
Aku di ajak ke sebuah taman dekat tempat tersebut, sangat asing bagi ku. Langit malam itu benar-benar indah, bintang-bintang bertaburan, hembusan angin yang bersahabat, rumput dan bunga-bunga seakan tersipu melihat kita berdua.
Aku terfokus dengan keadaan sekitar ku, sehingga tidak melihat yang dihadapan ku. Ia menggandeng tangan ku erat, lalu terhenti. Karena penasaran, aku melihat kearahnya,
"ada apa?" ia hanya tersenyum dan memandangi sesuatu. Aku pun mengikuti arah pandangannya.
"a..aa..aaa" aku terkejut, sangkin terkejutnya, aku hanya mengucapkan huruf A.
disitu ada kelopak kelopak bunga beterbangan, lilin-lilin yang dibentuk love..
lupa lanjutannya, yang jelas aku gak mau nginget, soalnya pasti akan sakit, it just part of my dream :)
Friday, December 30, 2011
Wednesday, December 28, 2011
One Sided Love
"Aaaa I was stalking over him again" gumamku lirih.
"Apaan sih? Pagi-pagi berisik banget." usik Mita.
"Oh I see, you took his picture again, didn't you?" tambahnya.
(aku mengangguk)
"Ayo bilang aja nih ke dia, toh dia kan baik." ucap Mita menyemangatiku.
(aku hanya menggeleng cepat)
"Apa salahnya si nyoba? Toh kalo ditolak, paling nangis." ucap Mita cuek.
(#jleb aku menunduk)
"Aku kaya ngomong sama tembok ya. Ayolaah you have to be strong, just confess to him that you fall inlove with him." paksa Mita.
"It's not that easy." jawabku singkat.
"It's easy, just try it! If he dare to reject you, I will kill him."
"Jangan gitu, aku gak mau pertemanan kita berakhir gitu aja ta." aku hanya menggeleng.
"Terus? Kamu mau selamanya kaya gini?" ucap Mita kesal.
"Ta, ini yang terbaik." ucapku sambil tersenyum.
"Senyum dusta!"
"Udah ah, gak usah dibahas. Lagi pula, dengan melihatnya aku sudah merasa bahagia." ucapku setengah bergumam.
"Eh, itu dia. Panjang umur banget ya." ucap Mita sebal.
"Ayu! Kemana aja sih!" Sahut laki-laki bertubuh jangkung itu ketus.
"Mana tata krama mu." Jawab ku sebal.
"Ini fotokopiannya. Makasih ya Ayumi." aku yakin dia mengucapkan itu sambil tersenyum.
"Jaa ne!" Ucap laki-laki berkulit coklat itu sambil melambaikan tangan dan pergi.
Aku dan dia tidak pernah akur, selalu bertengkar. Namun, cuma dia yang bisa membuatku tertawa, yang bisa membuatku menjadi diri sendiri. Aku menyukainya, tetapi ia telah mempunyai kekasih.
"cih!" jengkel Mita.
Mita anak yang baik, selalu membantuku saat tersesat dalam belenggu kehidupan ini. Dia agak kasar, blak-blakan, dan cuek. Namun demikian, dia tak bisa melihat orang lain kesusahan.
"emh?" gumam ku kebingungan.
"selamanya mau gituu ya ?"
"I don't have another choice."
"ayumi.. Ka..uu..!!"
Mita nampak kesal padaku, tetapi ia lelah dengan sifatku yang keras kepala nan lemah ini. 'maafkan aku Mita, aku juga tak ingin seperti ini' batinku.
Bel pun berbunyi, sepertinya tidak ada tanda-tanda guru masuk kelas. Aku meliriknya, dia adalah Kira Yamada. Lelaki yang sekelas denganku ini rambutnya lurus dipotong pendek, poninya yang berantakan jatuh ke alis. Namun, terlihat rapi. Lelaki yang menurutku memiliki senyum paling indah di dunia setelah ayahku ini pintar bermain biola. Hampir tak ada celah, mungkin ini hanya sudut pandangku saja. Dia pintar dalam semua mata pelajaran, terutama matematika. Aku sering bertanya padanya, hal itu dikarenakan matematika adalah kelemahanku. Entah mengapa dia malah sering pinjam catatanku.
Nilai ulangan akhir semester ganjil dibagikan hari ini, ya Allah aku harus bagaimana? Aku tidak begitu yakin dengan kemampuanku. Aku masuk jurusan IPA, sedangkan nilai eksak ku pas-pasan. Andai aku bisa mengulang waktu, aku ingin masuk jurusan bahasa.
Aku seorang gadis berusia 16 tahun, namaku Ayumi Shigure. Mama Papa ku bernama Chiaki dan Akira Shigure (baca: pertemuan singkat dan Akikaze). Mama ku bercerita, dulu cinta pertama Mama meninggal. Lalu, dalam keadaan depresi yang sangat berat Mama bertemu Akira Shigure, Papa ku. Papa ku tiba-tiba datang sebagai murid baru, tingkah lakunya seperti cerminan cinta pertama Mama. Hati Mama perih, tetapi merasa "Langit Musim Semi" itu hadir lagi dalam kehidupannya. Suatu saat, Papa mengatakan yang sejujurnya, bahwa ia adalah sahabat cinta pertama Mama, awalnya ia cuma ingin menguji Mama. Namun, cinta tumbuh di hatinya, ia pun menyatakan perasaannya dan meminta Mama melihatnya sebagai "Akira" bukan "Sora". Mama menangis galau, dan akhirnya menerima cinta Papa. Selesai kuliah mereka menikah. Dan lahirlah bayi mungil yang tak berdaya. Bayi itu adalah aku.
Aku tidak ingin memiliki cerita cinta seperti Mama yang begitu pedih. Namun, aku ingin mendapatkan lelaki sehebat Papa ku yang bisa membuat senyuman Mama kembali. Walaupun perjuangan Papa berat, ia tetap memperjuangkan Mama.
Ponselku bergetar, ternyata ada pemberitahuan dari twitter. Belakangan ini aku dekat dengan salah satu teman twitter ku, namanya Satoshi, ia sangat baik, dan berpendidikan. Sampai akhirnya kami bertukar nomor ponsel. Sebenarnya ini hanya alih-alihku supaya Kira sadar bahwa aku juga bisa membuatnya cemburu.
Kami, aku dan Satoshi, sangat akrab. Kami beberapa kali berjanji untuk bertemu, tetapi aku selalu mengacaukan semuanya. Aku yang sangat pemalu saat bertemu orang baru pun menjadi salah satu penyebab utama kegagalan "kencan" kita. Mungkin tidak bisa dibilang kencan, soalnya kami belum jadian, walaupun dia menyatakan berkali-kali bahwa dia menyukaiku. Entah mengapa, aku sulit menerimanya, aku pikir ini semua terlalu cepat, bahkan belum ada sebulan kita berteman.
-bersambung-
Draft
Tahukah kalian? banyak postingan ku yang selalu kumasukkan draft. Kadang aku tak percaya diri untuk mem-publish postingan tersebut. Aku juga sering kahilangan fokus untuk menulis. Untuk berkreasi. Sehingga semua yang kutulis selalu bersambung. Dan tidak ada lanjutan dari cerita tersebut.
Entah penyebabnya apa, aku tidak bisa konsentrasi pada satu cerita. Aku mencoba mengubah postingan ku menjadi berbahasa inggris dan jepang, tetapi aku merasa ini bukan diriku.
Entah penyebabnya apa, aku tidak bisa konsentrasi pada satu cerita. Aku mencoba mengubah postingan ku menjadi berbahasa inggris dan jepang, tetapi aku merasa ini bukan diriku.
Holiday isn't that sweet
Seakan mengalami kehampaan yang mendalam, aku bahkan tak mengerti apa yang terjadi pada diriku ini. Langit yang selalu kupandangi itu tak lagi cerah, langit mendung seakan mengusiknya dari bumi ku tercinta. Dulu, walaupun hujan turun, langit biru menemaninya. Namun, sekarang berbeda, hujan turun, langit terisolasi, sehingga hanya kabut hitam yang tampak disekitarku. Ada apa denganku? aku bahkan tidak punya ide untuk menulis, untuk bercerita, untuk menuangkan segala isi kepala ku dalam sebuah tulisan. Kadang aku merasa kesepian. Hey, aku bukan anak kecil yang akan menangis karena satu butir permen ataupun balon. Aku 17 tahun, yang entah mengapa menjadi angka keramat bagiku. Secara mental aku tidak siap, aku tak siap menjadi dewasa. Bukan berarti aku ingin hidup abadi atau apa, bukan. Aku merasa semuanya terlalu cepat. Cepat sekali.
Aku memang bukan tergolong orang yang dewasa, selalu kekanak-kanakan, bukan hanya sikap dan sifatku, pemikiranku pun sama halnya dengan anak kecil. Aku jarang memikirkan kedepan atau dampaknya. Gaya bahasa dan kehidupan ku berbeda, sangat berbeda. Mungkin bagi kalian yang membaca harianku ini akan berpikir "wah dewasa sekali orang ini". Kenyataannya tidak, aku pun tidak mengerti. Ketidakpastian selalu hadir, keraguan selalu menyelimuti hati yang galau. Entahlah, kadang aku merasa ingin punya seseorang yang berarti dalam hidupku selain orangtua dan kakak adikku.
Rencana liburan ku pun kacau, aku tidak tau. Sebenarnya aku bahagia, but everything is not like I wanted. Yeah I know, we can't be selfish forever and do what I want. Keinginanku liburan ini adalah belajar mengendarai mobil. Entah mengapa, aku kadang minder atau kurang percaya diri, ketika setiap orang bisa mengendarai transportasi, sehingga dapat bepergian semau mereka. Sedangkan aku hanya duduk di rumah. Aku juga ingin menerbitkan blogku menjadi sebuah novel. Inilah cita-citaku. Namun, semuanya tidak semudah seperti yang kita bayangkan. Kendalanya adalah diri ku sendiri, aku seakan terpengaruh aroma liburan. Kemalasan mungkin hal yang wajar bagi pelajar. Hal itu adalah kendala terbesarku.
Aku memang bukan tergolong orang yang dewasa, selalu kekanak-kanakan, bukan hanya sikap dan sifatku, pemikiranku pun sama halnya dengan anak kecil. Aku jarang memikirkan kedepan atau dampaknya. Gaya bahasa dan kehidupan ku berbeda, sangat berbeda. Mungkin bagi kalian yang membaca harianku ini akan berpikir "wah dewasa sekali orang ini". Kenyataannya tidak, aku pun tidak mengerti. Ketidakpastian selalu hadir, keraguan selalu menyelimuti hati yang galau. Entahlah, kadang aku merasa ingin punya seseorang yang berarti dalam hidupku selain orangtua dan kakak adikku.
Rencana liburan ku pun kacau, aku tidak tau. Sebenarnya aku bahagia, but everything is not like I wanted. Yeah I know, we can't be selfish forever and do what I want. Keinginanku liburan ini adalah belajar mengendarai mobil. Entah mengapa, aku kadang minder atau kurang percaya diri, ketika setiap orang bisa mengendarai transportasi, sehingga dapat bepergian semau mereka. Sedangkan aku hanya duduk di rumah. Aku juga ingin menerbitkan blogku menjadi sebuah novel. Inilah cita-citaku. Namun, semuanya tidak semudah seperti yang kita bayangkan. Kendalanya adalah diri ku sendiri, aku seakan terpengaruh aroma liburan. Kemalasan mungkin hal yang wajar bagi pelajar. Hal itu adalah kendala terbesarku.
Hati yang berkabut
Thursday, December 22, 2011
Mother's day
hari ini adalah hari ibu, kita -mas syarif, aku dan yusuf- merencanakan kejutan kecil buat IBU tersayang.
Ibu mengajak kami -bapak, mas syarif, aku, yusuf- ke Kaligua. Hal ini dikarenakan kami selalu protes mengapa kami tidak bepergian selama liburan hehe.
Sayangnya mas syarif tidak mau ikut, katanya ada urusan. Padahal kita udah ngebuat rencana, mamas yang beli kue hari Ibu, selama kami di kali gua.
Ibu mengajak kami -bapak, mas syarif, aku, yusuf- ke Kaligua. Hal ini dikarenakan kami selalu protes mengapa kami tidak bepergian selama liburan hehe.
Sayangnya mas syarif tidak mau ikut, katanya ada urusan. Padahal kita udah ngebuat rencana, mamas yang beli kue hari Ibu, selama kami di kali gua.
![]() |
| I love You MY WONDERFUL MOM |
Monday, December 19, 2011
Tafakur Alam :)
Ini adalah tahun pertamaku mengikuti Tafakur Alam. Acara rutin untuk anggota IRMUBI ini sangat menyenangkan, tahun lalu aku masih malu-malu. Sehingga tidak mengikuti acara tersebut. Namun, sekarang aku adalah salah satu pengurus organisasi islam tersebut. Well, without too much words, I'll show you pictures that we got :)
Subscribe to:
Posts (Atom)






