Monday, September 12, 2022

Aku ikhlas.

Aku sadar selama ini aku menolak, menolak untuk mengakui bahwa aku patah hati. Aku selalu berpikir bahwa aku biasa saja, tapi makin lama aku sadar bahwa aku terluka. Harga diriku menolak untuk melukai diri sendiri, karena itulah aku marah padamu. Aku selalu benci caramu meninggalkanku. Aku sakit hati. Aku percayakan hati yang tidak pernah kubagi dengan siapapun kepadamu. Kamu adalah salah satu bahagiaku disaat aku terpuruk. Kamu membuatku merasakan apa itu dicintai. Tapi disaat yang sama pula kamu berulang kali menyakitiku. Sampai kamu benar-benar pergi dari hidupku. Aku yang belum siap menerima siapapun ini berusaha menerima orang baru di hidupku, sahabatku sendiri. Tapi aku lagi-lagi aku dikhianati, kali ini bukan dengan wanita lain, tapi dia yang belum siap berkomitmen. Aku kini sudah mengikhlaskan semuanya, aku menerima bahwa mereka yang pernah hadir dalam hidupku bukanlah jodohku. Bahwa merekalah yang membuatku menjadi makin kuat. Aku berterimakasih. Semoga kalian bahagia. Akupun berdoa untuk kebahagiaanku, untuk keluarga yang kusayang. Aku akan terus memperbaiki diri sampai aku menemukan "kamu" yang memang tercipta untuk bersamaku disisa hidupku. Kamu yang menerimaku dan menyayangiku. Aku akan bersabar sampai hari itu tiba, laki-laki yang berani menemui bapak dan kakakku untuk meminta izin hidup bersamaku. Orang yang akan menjadi partner hidup yang bisa menjadikanku wanita paling berharga di dunia. Yang bisa berbagi peran dalam rumah tangga, bisa bersama-sama memperbaiki diri lebih baik dan mengejar mimpi bersama-sama. Kamu yang akan jadi kepala rumah tangga, imam sekaligus partner hidup. Segera datang ya, aku akan sabar.

Tuesday, February 2, 2021

Tuesday, August 25, 2020

Salah pilih

Pernah gak sih kamu takut salah pilih? Atau kamu justru lebih takut kalau tidak memilih?

Sunday, August 9, 2020

malam

Belakangan suasana hatiku sedang tidak baik. Dan banyak sekali pikiran berkecamuk di kepalaku. Di usiaku yang menginjak 26, banyak orang yang mulai mempermasalahkan kapan aku menikah. Aku menikah bukan untuk memenuhi ekspektasi kalian, aku menikah untuk beribadah. Bapak ibuku saja biasa-biasa aja. Ko kalian repot? Aku ingin sekali menaikkan drajat orang tua. Kalian tidak tahu susahnya makan untuk sehari-hari, kalian tidak tahu kan rasanya berpikir besok akan tidur dimana? Tidak akan pernah tau. Banyak sekali pertimbanganku untuk membina rumah tangga. Ibadah terpanjang men. Asli. 

Thursday, August 6, 2020

Lalu

Jujur, rasanya sakit ketika melihat masalalu. Disakiti kadang bukan menjadi pelajaran tersendiri, tetapi tamparan yang meninggalkan luka. Aku masih saja berpikir, enaknya jadi diri dulu, gak perlu susah-susah memutar otak untuk bertahan hidup. Orang-orang otomatis menyukaiku, meski hanya tampak depannya saja.

Ya balik lagi itu masa lalu. Sekarang aku berjuang untuk diriku sendiri dan keluargaku. Aku bahkan terlampau senang bisa membeli sepatu seharga 180rb dengan keringatku sendiri.

Tapi aku sangat bersyukur. Aku bertumbuh. Walau kadang masih berusaha untuk bertahan.

Saturday, September 8, 2018

Harumkan PHB Melalui Keindahan Karya Sastra

Hajar Intan Pertiwi dinobatkan sebagai Juara Harapan 1 di UPS Tegal


Hajar Intan Pertiwi (24) kembali meraih prestasi untuk Politeknik Harapan Bersama (PHB), atau biasa disapa akrab dengan Intan. Mahasiswa Program studi Teknik Komputer, yang dinobatkan menjadi Juara Harapan 1 Tangkai Tulis Cerpen pada Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Daerah (PEKSIMIDA) Jawa Tengah 2018 yang diselenggarakan oleh Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia. Setelah melalui proses seleksi yang ketat dan bersaing dengan 26 universitas se-Jawa Tengah, akhirnya Intan berhasil mendapat predikat Juara Harapan 1 2018. Acara yang berlangsung di Universitas Pancasakti Tegal pada tanggal 11 Agustus 2018.

“Tradisi lisan mudah hilang dalam ingatan, sebaliknya tulisan akan selalu abadi sepanjang masa. Kegiatan menulis sangat berguna, terutama dalam mendokumentasikan sesuatu, entah kisah hidup, kisah spesial yang dianggap perlu dikenang selamanya, hingga peristiwa sejarah” ujar Intan, yang juga aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) tampaknya akan menjadi penerus sastrawan Tegal.

Intan lebih suka menulis tentang kearifan lokal dan budaya di daerahnya. Salah satu contoh cerpen yang pernah ditulis dan mendapatkan prestasi yaitu cerpen yang mengangkat cerita tentang Sintren dan Nelayan.

Intan pada tahun 2016 mendapat penghargaan sebagai Juara 1 tingkat PHB, dan ia jadi delegasi tingkat provinsi, kemudian mendapatkan Juara 3 PEKSIMIDA Jawa Tengah. Ia mengangkat tulisan tentang kearifan lokal Tegal yaitu Sintren, merupakan salah satu bagian budaya atau kesenian yang pernah ada di Tegal dan perlu di lestarikan.

Tahun 2018, Intan mendapatkan Juara 1 tingkat PHB, dan ia menjadi delegasi tingkat provinsi lagi dengan tulisan yang bertema Kearifan Lokal sebagai pemersatu bangsa. “Saya lebih suka menulis tentang isteri nelayan yang berjuang melawan kemiskinan, kisah yang berlatar di pesisir, kisah yang penggambaranya di Muarareja. Tetapi kisah-kisah nelayan jarang di mediakan, padahal nelayan bagi saya profesi yang menginspirasi yang perlu di ketahui media,” ujarnya.

Gadis yang juga lolos Kelas Cerpen Kompas 2018 ini sempat kebingungan menentukan alur cerita, namun dengan optimis ia mengambarkan sosok nelayan. “Saya yakin, kisah nelayan yang saya tulis ini akan bermanfaat khususnya dalam khasanah cerpen.
Pada akhirnya keindahan akan mengasah empati, untuk turut merasakan dan berbuat bagi orang-orang yang sedang kesusahan
Menara Kompas
Hajar Intan Pertiwi
Lahir: Tegal, 02 Desember 1994
Pendidikan: Program Studi Teknik Komputer Politeknik Harapan Bersama
Karya:
– Cinta Dalam Diam (Cerpen - 2016 - Mata Kampus)
– Twisted Friendship (Cerpen - 2016 - Juara 1 Peksima PHB)
– Selendang Sayyida (Cerpen - 2016 - Juara 3 Peksimida Jateng)
– Rujak Uleg (Cerpen - 2017 - Mata Kampus)
– Perahu Ubay (Cerpen - 2018 - Juara 1 Porseni PHB)
– Isteri Lelaki Garam (Cerpen - 2018 - Juara Harapan 1 Peksimida Jateng)

Penghargaan:
– Juara 3 Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Daerah Jawa Tengah 2016.
– Penghargaan dari Politeknik Harapan Bersama Tahun 2016.
– Juara Harapan 1 Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Daerah Jawa Tengah 2018.