Hari ini aku agak mikir, mungkin sebaiknya aku mulai menulis lagi. Karena aku harus meluapkan isi pikiranku, aku tahun ini sudah 32 tahun. dan itu tentu tidak mudah, aku harus membuatku memutar otak. apakah nanti usiaku bisa menunjang anak-anakku ? yang mana aku terlambat bertemu mereka karena aku pun saat ini belum bertemu suamiku. Aku punya banyak sekali di kepala, aku tau kelak semua ini akan terselesaikan satu satu, cuma kadang aku tetap merasa kepikiran. bukan berarti aku tidak percaya jalan Allah, aku percaya sekali. Tapi tetap saja aku memikirkannya, apalagi sebentar lagi lebaran. gak kebayang bagaimana omongan orang2 terhadapku. maksudku kenapa bisa seperti ini ya? apakah ada keputusan-keputusan yang ku sesali? ternyata tidak. aku mencapai semua ini pun dengan susah payah, aku menolak menikah di 20an awal karena aku mempunyai mimpi. mimpi yang sangat tinggi, yang mana saat inipun aku mempunyai banyak mimpi. yang aku perlahan mulai ragu apakah akan tercapai atau tidak,
Tuesday, February 24, 2026
Tuesday, February 21, 2023
kampret
Hai, ini Tiwi. Aku sudah lama tidak menulis blog, dan menurutku suasana hatiku yang sekarang perlu banget untuk menulis blog. Aku sadar bahwa tidak semua orang ada di posisi ku, dan tidak semua orang pula setuju dengan pendapatku. Tetapi berhubungan romantis dengan lelaki yang lebih muda itu tidak mudah. Aku mengalaminya sendiri, bahkan dua kali. Ya dua kali. Dua-duanya mengecewakan aku. Membuatku patah berkeping-keping, bahkan mengakuinya saja sudah membuatku malu. Dipermainkan oleh lelaki yang lebih muda dua kali, ya lebih muda 3 tahun. Padahal aku tidak pernah meminta mereka unruk datang, tapi mereka datang. Disaat sudah nyaman, mereka pergi.
Saturday, December 10, 2022
Menuju 2023
Hi, usiaku sudah 28 tahun hari ini. Tak kunjung menemui "kamu" yang memang sudah tertulis untukku, aku masih bisa bersabar dan menunggu. Aku berdoa pada Allah agar tidak akan jatuh cinta sebelum bertemu "kamu". Kadang ada saatnya aku lelah, menangis sendirian tangah malam menunggu kamu datang. Menebak-nebak pertemuan seperti apa yang akan aku alami saat bertemu "kamu", apakah aku bisa bertemu "kamu" tahun ini atau bahkan tahun depan? Aku berharap tahun depan sudah bertemu "kamu" ya.
Monday, September 12, 2022
Aku ikhlas.
Aku sadar selama ini aku menolak, menolak untuk mengakui bahwa aku patah hati. Aku selalu berpikir bahwa aku biasa saja, tapi makin lama aku sadar bahwa aku terluka. Harga diriku menolak untuk melukai diri sendiri, karena itulah aku marah padamu. Aku selalu benci caramu meninggalkanku. Aku sakit hati. Aku percayakan hati yang tidak pernah kubagi dengan siapapun kepadamu. Kamu adalah salah satu bahagiaku disaat aku terpuruk. Kamu membuatku merasakan apa itu dicintai. Tapi disaat yang sama pula kamu berulang kali menyakitiku. Sampai kamu benar-benar pergi dari hidupku. Aku yang belum siap menerima siapapun ini berusaha menerima orang baru di hidupku, sahabatku sendiri. Tapi aku lagi-lagi aku dikhianati, kali ini bukan dengan wanita lain, tapi dia yang belum siap berkomitmen. Aku kini sudah mengikhlaskan semuanya, aku menerima bahwa mereka yang pernah hadir dalam hidupku bukanlah jodohku. Bahwa merekalah yang membuatku menjadi makin kuat. Aku berterimakasih. Semoga kalian bahagia. Akupun berdoa untuk kebahagiaanku, untuk keluarga yang kusayang. Aku akan terus memperbaiki diri sampai aku menemukan "kamu" yang memang tercipta untuk bersamaku disisa hidupku. Kamu yang menerimaku dan menyayangiku. Aku akan bersabar sampai hari itu tiba, laki-laki yang berani menemui bapak dan kakakku untuk meminta izin hidup bersamaku. Orang yang akan menjadi partner hidup yang bisa menjadikanku wanita paling berharga di dunia. Yang bisa berbagi peran dalam rumah tangga, bisa bersama-sama memperbaiki diri lebih baik dan mengejar mimpi bersama-sama. Kamu yang akan jadi kepala rumah tangga, imam sekaligus partner hidup. Segera datang ya, aku akan sabar.
Tuesday, February 2, 2021
Tuesday, August 25, 2020
Sunday, August 9, 2020
malam
Belakangan suasana hatiku sedang tidak baik. Dan banyak sekali pikiran berkecamuk di kepalaku. Di usiaku yang menginjak 26, banyak orang yang mulai mempermasalahkan kapan aku menikah. Aku menikah bukan untuk memenuhi ekspektasi kalian, aku menikah untuk beribadah. Bapak ibuku saja biasa-biasa aja. Ko kalian repot? Aku ingin sekali menaikkan drajat orang tua. Kalian tidak tahu susahnya makan untuk sehari-hari, kalian tidak tahu kan rasanya berpikir besok akan tidur dimana? Tidak akan pernah tau. Banyak sekali pertimbanganku untuk membina rumah tangga. Ibadah terpanjang men. Asli.
Thursday, August 6, 2020
Lalu
Jujur, rasanya sakit ketika melihat masalalu. Disakiti kadang bukan menjadi pelajaran tersendiri, tetapi tamparan yang meninggalkan luka. Aku masih saja berpikir, enaknya jadi diri dulu, gak perlu susah-susah memutar otak untuk bertahan hidup. Orang-orang otomatis menyukaiku, meski hanya tampak depannya saja.
Ya balik lagi itu masa lalu. Sekarang aku berjuang untuk diriku sendiri dan keluargaku. Aku bahkan terlampau senang bisa membeli sepatu seharga 180rb dengan keringatku sendiri.
Tapi aku sangat bersyukur. Aku bertumbuh. Walau kadang masih berusaha untuk bertahan.
Saturday, September 8, 2018
Harumkan PHB Melalui Keindahan Karya Sastra
| Hajar Intan Pertiwi dinobatkan sebagai Juara Harapan 1 di UPS Tegal |
Hajar Intan Pertiwi (24) kembali meraih prestasi
untuk Politeknik Harapan Bersama (PHB), atau biasa disapa akrab dengan Intan.
Mahasiswa Program studi Teknik Komputer, yang dinobatkan menjadi Juara Harapan
1 Tangkai Tulis Cerpen pada Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Daerah (PEKSIMIDA)
Jawa Tengah 2018 yang diselenggarakan oleh Badan Pembina Seni Mahasiswa
Indonesia. Setelah melalui proses seleksi yang ketat dan bersaing dengan
26 universitas se-Jawa Tengah, akhirnya Intan berhasil mendapat predikat Juara
Harapan 1 2018. Acara yang berlangsung di Universitas Pancasakti Tegal pada
tanggal 11 Agustus 2018.
“Tradisi lisan mudah hilang dalam ingatan,
sebaliknya tulisan akan selalu abadi sepanjang masa. Kegiatan menulis sangat
berguna, terutama dalam mendokumentasikan sesuatu, entah kisah hidup, kisah
spesial yang dianggap perlu dikenang selamanya, hingga peristiwa sejarah” ujar
Intan, yang juga aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) tampaknya akan
menjadi penerus sastrawan Tegal.
Intan lebih suka menulis tentang kearifan lokal
dan budaya di daerahnya. Salah satu contoh cerpen yang pernah ditulis dan
mendapatkan prestasi yaitu cerpen yang mengangkat cerita tentang Sintren dan
Nelayan.
Intan pada tahun 2016 mendapat penghargaan
sebagai Juara 1 tingkat PHB, dan ia jadi delegasi tingkat provinsi, kemudian
mendapatkan Juara 3 PEKSIMIDA Jawa Tengah. Ia mengangkat tulisan tentang
kearifan lokal Tegal yaitu Sintren, merupakan salah satu bagian budaya atau
kesenian yang pernah ada di Tegal dan perlu di lestarikan.
Tahun 2018, Intan mendapatkan Juara 1 tingkat
PHB, dan ia menjadi delegasi tingkat provinsi lagi dengan tulisan yang bertema
Kearifan Lokal sebagai pemersatu bangsa. “Saya lebih suka menulis tentang
isteri nelayan yang berjuang melawan kemiskinan, kisah yang berlatar di
pesisir, kisah yang penggambaranya di Muarareja. Tetapi kisah-kisah nelayan
jarang di mediakan, padahal nelayan bagi saya profesi yang menginspirasi yang
perlu di ketahui media,” ujarnya.
Gadis yang juga lolos Kelas Cerpen Kompas 2018
ini sempat kebingungan menentukan alur cerita, namun dengan optimis ia
mengambarkan sosok nelayan. “Saya yakin, kisah nelayan yang saya tulis ini akan
bermanfaat khususnya dalam khasanah cerpen.
Pada akhirnya keindahan akan mengasah empati,
untuk turut merasakan dan berbuat bagi orang-orang yang sedang kesusahan
Hajar Intan Pertiwi
Lahir: Tegal, 02 Desember
1994
Pendidikan: Program Studi
Teknik Komputer Politeknik Harapan Bersama
Karya:
– Cinta Dalam Diam (Cerpen - 2016 - Mata Kampus)
– Twisted Friendship (Cerpen - 2016 - Juara 1 Peksima PHB)
– Selendang Sayyida (Cerpen - 2016 - Juara 3 Peksimida Jateng)
– Rujak Uleg (Cerpen - 2017 - Mata Kampus)
– Perahu Ubay (Cerpen - 2018 - Juara 1 Porseni PHB)
– Isteri Lelaki Garam (Cerpen - 2018 - Juara Harapan 1 Peksimida Jateng)
– Cinta Dalam Diam (Cerpen - 2016 - Mata Kampus)
– Twisted Friendship (Cerpen - 2016 - Juara 1 Peksima PHB)
– Selendang Sayyida (Cerpen - 2016 - Juara 3 Peksimida Jateng)
– Rujak Uleg (Cerpen - 2017 - Mata Kampus)
– Perahu Ubay (Cerpen - 2018 - Juara 1 Porseni PHB)
– Isteri Lelaki Garam (Cerpen - 2018 - Juara Harapan 1 Peksimida Jateng)
Penghargaan:
– Juara 3 Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Daerah Jawa Tengah 2016.
– Penghargaan dari Politeknik Harapan Bersama Tahun 2016.
– Juara Harapan 1 Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Daerah Jawa Tengah 2018.
– Juara 3 Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Daerah Jawa Tengah 2016.
– Penghargaan dari Politeknik Harapan Bersama Tahun 2016.
– Juara Harapan 1 Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Daerah Jawa Tengah 2018.
Tuesday, July 10, 2018
Fight Song
Like a small boat
On the ocean
Sending big waves
Into motion
Like how a single word
Can make a heart open
I might only have one match
But I can make an explosion
And all those things I didn't say
Wrecking balls inside my brain
I will scream them loud tonight
Can you hear my voice this time?
This is my fight song
Take back my life song
Prove I'm alright song
My power's turned on
Starting right now I'll be strong
I'll play my fight song
And I don't really care if nobody else believes
'Cause I've still got a lot of fight left in me
Losing friends and I'm chasing sleep
Everybody's worried about me
In too deep
Say I'm in too deep (in too deep)
And it's been two years I miss my home
But there's a fire burning in my bones
Still believe
Yeah, I still believe
And all those things I didn't say
Wrecking balls inside my brain
I will scream them loud tonight
Can you hear my voice this time?
This is my fight song
Take back my life song
Prove I'm alright song
My power's turned on
Starting right now I'll be strong
I'll play my fight song
And I don't really care if nobody else believes
'Cause I've still got a lot of fight left in me
A lot of fight left in me
Like a small boat
On the ocean
Sending big waves
Into motion
Like how a single word
Can make a heart open
I might only have one match
But I can make an explosion
This is my fight song
Take back my life song
Prove I'm alright song
My power's turned on
Starting right now I'll be strong (I'll be strong)
I'll play my fight song
And I don't really care if nobody else believes
'Cause I've still got a lot of fight left in me
Know I've still got a lot of fight left in me
On the ocean
Sending big waves
Into motion
Like how a single word
Can make a heart open
I might only have one match
But I can make an explosion
And all those things I didn't say
Wrecking balls inside my brain
I will scream them loud tonight
Can you hear my voice this time?
This is my fight song
Take back my life song
Prove I'm alright song
My power's turned on
Starting right now I'll be strong
I'll play my fight song
And I don't really care if nobody else believes
'Cause I've still got a lot of fight left in me
Losing friends and I'm chasing sleep
Everybody's worried about me
In too deep
Say I'm in too deep (in too deep)
And it's been two years I miss my home
But there's a fire burning in my bones
Still believe
Yeah, I still believe
And all those things I didn't say
Wrecking balls inside my brain
I will scream them loud tonight
Can you hear my voice this time?
This is my fight song
Take back my life song
Prove I'm alright song
My power's turned on
Starting right now I'll be strong
I'll play my fight song
And I don't really care if nobody else believes
'Cause I've still got a lot of fight left in me
A lot of fight left in me
Like a small boat
On the ocean
Sending big waves
Into motion
Like how a single word
Can make a heart open
I might only have one match
But I can make an explosion
This is my fight song
Take back my life song
Prove I'm alright song
My power's turned on
Starting right now I'll be strong (I'll be strong)
I'll play my fight song
And I don't really care if nobody else believes
'Cause I've still got a lot of fight left in me
Know I've still got a lot of fight left in me
Wednesday, June 20, 2018
Kota Seribu Mimpi
Kota Seribu
Mimpi
Oleh Hajar Intan Pertiwi
Yogyakarta, Kota Seribu
Mimpi. Begitulah kusebut kota yang selalu kusinggahi setiap libur sekolah. Kota
yang mengubur dalam mimpi-mimpiku. Kota yang bercerita tentang cinta pertamaku.
Ya. Yogyakarta. Siapa sangka aku akan melangkahkan kaki ku setelah dua tahun
berlalu, tepat pada bulan April 2015 terakhir kali ku tengok kota yang adem ayem
itu, ya meskipun kini keindahan tersebut penuh berisi lalu lalang kendaraan
bermotor dan polusi. Bukankah Yogyakarta tetap spesial? Ya, entah sejak kapan
aku bermimpi bertempat tinggal disana. Ah sudahlah.
Kini saatnya aku
melihat kedepan. Ya, masih ada mimpi-mimpi indah yang menunggu diwujudkan.
Penulis.
Ya, ya, ya!
Siapa
sangka Yogyakarta memberimu cerita untuk kesekian kalinya? Memberimu mimpi yang
selama ini kamu idamkan. Ehem. Maksudku langkah awal menuju mimpi. Kampus Fiksi
Emas. Mungkin kalian tidak mengerti apa itu Kampus Fiksi, tetapi bagi seseorang
yang senang merangkai sesuatu di kepalanya menjadi sebuah tulisan pasti tahu.
”Alhamdulillah,
aku mendapatkan kesempatan bertemu dengan penulis-penulis hebat.”, batinku.
Namun,
dilema muncul membawa keraguan yang nyaris
memutus langkahku. Serangan pertanyaan bergelayut
di benakku.
”Bagaimana
mungkin aku kesana? Apa yang harus aku lakukan untuk bertemu mereka? Joko
Pinurbo, Linda Christanty, dan penulis lainnya.”
Aku harus kesana.
Bagaimanapun aku harus kesana.
Aku yakin aku bisa kesana.
Sebisa mungkin aku
meyakinkan diriku sendiri. Bapakku pernah berkata bahwa, satu keyakinan positif
akan membawa dampak positif dibanding ribuan keraguan. Aku memutuskan fokus
kepada keyakinan positifku.
Ndilalah
kabar baikpun datang. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Mata Kampus bersedia mensupport kami. Ibu Wiwid, Pak Har beserta
rekan-rekan Mata Kampus mendukung dan memfasilitasi kami para jurnalis amatir
untuk mempelajari kepenulisan, bertemu orang baru, menambah pengalaman dan
manfaat yang mungkin akan kami dapatkan disana. Sungguh. Tak sabar hati ini
untuk menantinya.
Tegal, 22 April 2017.
Seperti biasa sebelum
keberangkatan, aku dikeroyok
tugas-tugas organisasi. Pukul menunjukan pukul 20.00, masih juga berkutit di
masalah organisasi. Aduh. Apa masih bisa? Masih. Aku yakin. Entah keyakinan
seperti apa yang ku yakini. Sedang kondisi badanku tidak karuan.
Benar, akupun bisa
berangkat. Alhamdulillah. Tak henti kubersyukur pada-Mu, Ya Allah.
Berangkat dari Tegal
pukul 21.30 malam kami pun melakukan perjalanan yang cukup berliku dan kondisi
jalan yang kurang bagus. Seperti yang kalian ketahui perjalanan
Tegal-Yogyakarta akan terasa indah di siang hari, rindang bertebaran di
tepi-tepi jalan, memancarkan aura sejuk bahkan ketika kami di dalam mobil
sekalipun. Tetapi tidak hari itu, kami berangkat malam hari. Aku tak pernah
sekalipun bermasalah dengan mobil, bus, travel ataupun kendaraan bermotor
lainnya. Bahkan seringkali aku bepergian seorang diri ke Yogyakarta.
Entah ada apa dengan
hari itu. Ah iya, kondisiku memang tidak karuan.
Aku mulai merasakan isi perutku terkocok bak blender yang hendak melumatkan
buah. Mual. Mual sekali rasanya. Aku harus berhenti. Aku tak tahan. Kalau
begini bisa-bisa aku… Ya, tepat sekali dugaanku. Isi perutku tidak bersahabat.
Bukan hanya isi perut ternyata yang berontak, suaraku hilang.
Well,
at least kami sampai dengan selamat di kota seribu mimpi ini.
Ya. Yogyakarta.
Rest
area pom bensin selalu menjadi tempat mewah ketika
bepergian. Ya kami memutuskan istirahat disitu, pada pukul 06.00. awalnya kami
bermaksud mencari Asrama yang disediakan Panitia Kampus Fiksi. Namun, apa daya belum
berjodoh.
Yogyakarta, 23 April 2017.
Pukul 07.00 kami sudah bersih-bersih dan
setelah itu kami memutuskan untuk memuaskan cacing-cacing yang mulai perotes
karena terabaikan. Setelah berunding kami menjatuhkan pilihan pada Sop Ayam Pak
Min Klaten.
Finally,
Kampus Fiksi Emas!!
Tak kupedulikan suara
yang menghilang entah kemana. Aku menyebutnya “Hari Bisu”, bagaimana tidak?
Bicara saja tidak bisa. Astaga!
“Sudahlah. Tak perlu bertanya, catat saja! Ambil pengalaman dan ilmu
mereka! Kelak kau akan bertemu mereka lagi. Yakinlah.”, perdebatan batin
ini terjadi lagi. Setidaknya itulah yang memotivasiku selama berjalannya acara.
Acara yang diselenggarakan
oleh Penerbit DivaPress yang berusia empat tahun, Kampus Fiksi telah membuka
jendela kesempatan penulis pemula untuk berkarya.
Pembukaan acara diawali
dengan sambutan yang dibawakan oleh Bapak Edy Mulyono selaku Rektor Kampus
fiksi yang ternyata merupakan penulis buku. Judul ”Saya tidak boleh berbicara
sejak kecil demi kebaikan-kebaikan” mengihasi sampul bukunya.
![]() |
| Bersama Bapak Edy Mulyono |
“Kampus Fiksi Reguler
ditiadakan.”, kabar tersebut terselip disambutannya yang hangat.
Lanjut pada Bapak Joko
Pinurbo, atau Mas Jokpin, sapaan akrabnya. Mas Jokpin menerangkan bahwa Budhi
Darma mengilhami setiap karyanya.
![]() |
| Bersama Joko Pinurbo |
Joko
Pinurbo, "Menulis itu harus menentukan tema menurut teori sastra yang
justru menghambat saya. Saya mencoba melawan teori itu" #KFE2017
Jokpin
mengatakan bahwa lebih baik jadi manusia biasa, tapi karyanya "gila".
Daripada jadi manusia gila, tapi karyanya biasa. #KFE2017
Kata-kata tersebut
mengihasi kicauan-kicauan sosial media yang kugunakan. Berkat beliau aku
belajar bagaimana memposisikan diri pada orang lain membuat kita semakin bijak
dalam bertindak.
Selanjutnya
adalah Ibu Linda Chistanty. Menulis itu untuk peradaban, begitulah kata beliau.
Cerpen-cerpen
terpilih karya para nomine lomba cerpen #KFE2017 bisa dibeli dengan diskon 30%.
Tentu saja aku tak segan membelinya.
Bermimpilah,
entah sampai kapan. Kau cukup bermimpi. Dan yakin dalam mewujudkannya.
Untuk
Mata Kampus
Yogyakarta, 23 April 2017
Tuesday, June 19, 2018
Membatu
Mungkin kau hanya mau bergerak ketika tersengat listrik saja,
kau sudah membatu.
Hatimu sedingin besi yang tertampar angin.
Apa mungkin masih ada kata rindu yang terucap dari bibirmu itu?
Tidak,
sungguh aku ragu.
Biarlah seperti ini dulu.
Akupun enggan meladeni batu yang dingin sepertimu.
Tak baik pula berucap rindu,
sungguh tidak baik.
Kirimkan saja doamu.
Siapa tau Dia menyampaikan dengan romantis.
Meluluhkan hatinya yang membatu.
Seperti sebuah buku,
kaupun mempunyai lembaran kelam dalam hidupmu.
Sungguh,
berspekulasi tanpa membaca lebih jauh hanya akan membuatmu membenci buku tersebut.
Dalam membacapun,
tanggapan orang satu dengan yang lain bisa saja berbeda.
Terkadang buku itu hanya menjadi koleksi yang tersusun rapi tanpa kau selami.
Atau bahkan hanya buku usang berdebu yang termakan oleh rayap,
karena tak kuat kau buka kembali.
kau sudah membatu.
Hatimu sedingin besi yang tertampar angin.
Apa mungkin masih ada kata rindu yang terucap dari bibirmu itu?
Tidak,
sungguh aku ragu.
Biarlah seperti ini dulu.
Akupun enggan meladeni batu yang dingin sepertimu.
Tak baik pula berucap rindu,
sungguh tidak baik.
Kirimkan saja doamu.
Siapa tau Dia menyampaikan dengan romantis.
Meluluhkan hatinya yang membatu.
Seperti sebuah buku,
kaupun mempunyai lembaran kelam dalam hidupmu.
Sungguh,
berspekulasi tanpa membaca lebih jauh hanya akan membuatmu membenci buku tersebut.
Dalam membacapun,
tanggapan orang satu dengan yang lain bisa saja berbeda.
Terkadang buku itu hanya menjadi koleksi yang tersusun rapi tanpa kau selami.
Atau bahkan hanya buku usang berdebu yang termakan oleh rayap,
karena tak kuat kau buka kembali.
Thursday, June 14, 2018
Perahu Ubay
Perahu Ubay
Karya Hajar Intan Pertiwi
Di pantai. Susmitha lari-lari kecil. Deburan ombak mengajaknya bermain. Kaki kecoklatannya terbenam di antara pasir, sesekali ombak menyapanya. Angin bersiul mengajaknya menari. Rona merah senja memantulkan sinarnya di pipi Susmitha. Tetapi wanita berkulit coklat itu masih saja tertunduk. Sesekali dia mengangkat wajahnya dan melihat senja. Ah! Butiran-butiran air mata itu mengalir lagi, di sudut matanya. Dia mengelus perutnya sembari menitikkan air mata. Ah si Jabang! Bagaimana masa depanmu nanti?
Susmitha hilang!
Wednesday, June 13, 2018
Manusia Setengah-setengah part 2
Malam, kali ini saya akan bercerita kegundaha saya dalam mengerjakan Tugas Akhir. Saya adalah perempuan yang sangat menyukai kata-kata, anggaplah saya merupakan bagian dari kata-kata. Belajar bahasa merupakan hal yang paling menyenangkan, dari bahasa indonesia, bahasa inggris, dan bahasa jepangpun bisa saya taklukkan. Tapi aku mengalami kesulitan dalam memahami bahasa pemrograman, hahaha tentu saja itu lelucon.
Saya penulis cerpen, ya saya tidak bilang bahwa saya terkenal. Saya hanya dikenal dikalangan saya sebagai penulis cerpen, karya saya beberapa kali memenangkan lomba tingkat kampus dan tingkat provinsi, profil saya pernah sekali dimuat di Radar Tegal. Dan beberapa karya saya dimuat di Mata Kampus, yakni Majalah Kampus Politeknik Harapan Bersama. Saya merasa kurang saat mempelajari cerpen, yang tadinya hanya penulis blog, kini sudah dimuat di media cetak, dan ingin sekali membuat Kumpulan Cerpen sendiri.
Dan kembali ke bahasa pemrograman, mana ada bahasa dari lisan dan tulisan kata-kata disamakan dengan bahasa yang peling ruwet yang membuatmu pusing. Entahlah. Saya mengalami kebosanan dalam mempelajarinya. Saya tahu, saya hanya sedang setengah-setengah. Bagi pengikut blog saya, pasti kalian tahu kalau penyakit "setengah-setengah" saya muncul, pasti sangat menjengkelkan.
Ketika seseorang berkata "payah" padaku, wajah saya seperti ditampar. Yang paling mengganggu saya adalah karena ia benar. Aku mengerjakannya setengah hati. Saya berperang melawan banyak ketakutan serta keraguan di benak saya. Apakah saya berbakat dibidang Programming? Bagaimana kalau saya buntu ditengah-tengah? Akan jadi apa saya setelah lulus nanti? Bisakah saya membahagiakan Ibu, Bapak, Mamas, dan Adek nanti? Atau saya akan tetap menjadi benalu yang terus-terusan merepotkan semua orang? Emm, tentu saja keluarga saya tidak pernah mengatakan saya benalu, tapi ya saya sendiri yang menyadari hal tersebut hahaha. Segera jelaslah bagi saya kalau saya ketakutan, ketakutan berkompetisi, ketakutan mengecewakan, ketakutan mecoba dan mungkin gagal. Dan semua ketakutan ini menghambat saya untuk mengerahkan yang terbaik.
Seperti yang tertulis buku yang tiga tahun lalu saya pelajari dan praktekkan, The 7 Habits of Highly Effective Teens karya Sean Covey, buku yang diberikan Bapak saat saya memutuskan untuk kuliah, meninggalkan Tugas Akhir saya atau menguatkan komitmen saya.
Saya baca tulisan Arnold Bennett di buku tersebut yang menggambarkan dilema saya, "Yang tragis adalah orang yang seumur hidupnya tidak pernah mengerahkan seluruh kemampuan maksimalnya."
Karena tidak pernah mengalami tragedi, saya memutuskan untuk mengerahkan kemampuan maksimal saya. Saya memutuskan untuk berhenti bersikap tanggung-tanggung. Saya tidak tahu apakah saya berpeluang untuk sidang bulan depan, tetapi kalaupun tidak, setidaknya saya sudah mencoba.
"Saya bertekad."Saya menang dari pergumulan batin. Ini masih menjadi proses saya untuk mengerahkan kemampuan. Semoga saya bisa menyelesaikan Tugas Akhir ini tepat waktu. Aamiin.
Monday, January 15, 2018
Jealous - Labrinth
I'm jealous of the rain
That falls upon your skin
It's closer than my hands have been
I'm jealous of the rain
I'm jealous of the wind
That ripples through your clothes
It's closer than your shadow
Oh, I'm jealous of the wind, 'cause
[Chorus:]
I wished you the best of
All this world could give
And I told you when you left me
There's nothing to forgive
But I always thought you'd come back, tell me
All you found was heartbreak and misery
It's hard for me to say,
I'm jealous of the way
You're happy without me
I'm jealous of the nights
That I don't spend with you
I'm wondering who you lay next to
Oh, I'm jealous of the nights
I'm jealous of the love
Love that was in here
Gone for someone else to share
Oh, I'm jealous of the love, 'cause
[Chorus:]
I wished you the best of
All this world could give
And I told you when you left me
There's nothing to forgive
But I always thought you'd come back, tell me
All you found was heartbreak and misery
It's hard for me to say,
I'm jealous of the way
You're happy without me
As I sink in the sand
Watch you slip through my hands
Oh, as I die here another day
'Cause all I do is cry behind this smile
[Chorus:]
I wished you the best of all this world could give
And I told you when you left me
There's nothing to forgive
But I always thought you'd come back, tell me
All you found was heartbreak and misery
It's hard for me to say,
I'm jealous of the way
You're happy without me
It's hard for me to say,
I'm jealous of the way
You're happy without me
That falls upon your skin
It's closer than my hands have been
I'm jealous of the rain
I'm jealous of the wind
That ripples through your clothes
It's closer than your shadow
Oh, I'm jealous of the wind, 'cause
[Chorus:]
I wished you the best of
All this world could give
And I told you when you left me
There's nothing to forgive
But I always thought you'd come back, tell me
All you found was heartbreak and misery
It's hard for me to say,
I'm jealous of the way
You're happy without me
I'm jealous of the nights
That I don't spend with you
I'm wondering who you lay next to
Oh, I'm jealous of the nights
I'm jealous of the love
Love that was in here
Gone for someone else to share
Oh, I'm jealous of the love, 'cause
[Chorus:]
I wished you the best of
All this world could give
And I told you when you left me
There's nothing to forgive
But I always thought you'd come back, tell me
All you found was heartbreak and misery
It's hard for me to say,
I'm jealous of the way
You're happy without me
As I sink in the sand
Watch you slip through my hands
Oh, as I die here another day
'Cause all I do is cry behind this smile
[Chorus:]
I wished you the best of all this world could give
And I told you when you left me
There's nothing to forgive
But I always thought you'd come back, tell me
All you found was heartbreak and misery
It's hard for me to say,
I'm jealous of the way
You're happy without me
It's hard for me to say,
I'm jealous of the way
Thursday, January 4, 2018
Rujak Uleg
Rujak Uleg
Oleh Hajar Intan Pertiwi
Sepiring rujak uleg yang tersaji di
meja makan, makanan sedap dengan selera pedas gurih dari perpaduan
sayuran segar dan bumbu saus kacang pedas adalah rujak uleg atau juga sering
disebut dengan rujak cingur. Sudah coba mencicipinya? Kombinasi yang menggiurkan.
Pedas dan gurih bergejolak di
lidahku, ditambah manis asamnya pisang klutuk. Rujak uleg ini adalah menu makan siang wajib
sekurang-kurangnya tiga hari dalam seminggu. Bi Ijah penjual rujak uleg di
depan kantor tempatku bekerja sudah membuat rujak uleg selama 25 tahun, rujak
uleg ini mengiringi getir manisnya kehidupan Bi Ijah.
Sunday, November 5, 2017
AKU
Sepi, hanya dengan sepi ku berteman.
Ya ya ya.
Aku paham betul, rasa sakit ini berulang kali kurasakan.
Dingin yang menusuk hingga tulang rusuk.
Bukan ragaku yang kedinginan.
Ia adalah hati.
Hati yang telah mati.
Kusesap kopi pagi ini dengan syahdu, ah ada yang janggal. Tidak ada manis di cangkirku pagi ini. Ah sial. Air mata, lancang sekali kau mengalir tanpa seizinku. Teringat. Ya, teringat jelas hari dimana kau menyakitiku. Mengambil segalaku, menjadikannya tiada.
Ya ya ya.
Aku paham betul, rasa sakit ini berulang kali kurasakan.
Dingin yang menusuk hingga tulang rusuk.
Bukan ragaku yang kedinginan.
Ia adalah hati.
Hati yang telah mati.
Kusesap kopi pagi ini dengan syahdu, ah ada yang janggal. Tidak ada manis di cangkirku pagi ini. Ah sial. Air mata, lancang sekali kau mengalir tanpa seizinku. Teringat. Ya, teringat jelas hari dimana kau menyakitiku. Mengambil segalaku, menjadikannya tiada.
***
Wednesday, September 27, 2017
Hujan di Bulan September
Hi Dec, kita akan bertemu lagi.
Tahukah kau pertanda apa hujan itu?
Pertanda bahwa kau 'kan tiba.
Iya Dec, kamu.
Tidak lama lagi.
Kenangan-kenangan yang lama ku kubur akan segera bermunculan.
Ah, aku membencinya.
Tidak masuk akal.
Mengapa hal-hal tersebut harus terjadi padaku.
Seperti hujan, aku melihatmu.
Dari kejauhan, ku hanya bisa merasakan baumu
Tahukah kau pertanda apa hujan itu?
Pertanda bahwa kau 'kan tiba.
Iya Dec, kamu.
Tidak lama lagi.
Kenangan-kenangan yang lama ku kubur akan segera bermunculan.
Ah, aku membencinya.
Tidak masuk akal.
Mengapa hal-hal tersebut harus terjadi padaku.
Seperti hujan, aku melihatmu.
Dari kejauhan, ku hanya bisa merasakan baumu
Monday, September 18, 2017
Tugas Akhir? Nay or Yay?
Sesi curhat nih guys. Tahukah kamu ? Aku merasa tidak percaya diri belakangan ini. Kalau kalian yang mengikuti blog aku pasti tahu, aku memang bukan tipe orang yang punya rasa percaya diri tinggi. Aku pesimistis, pemurung, lone wolf, minderan, telatan, what else? Well, that's me. Tapi itu dulu, sebelum negara api menyerang. Eh. Aku memutuskan berubah, tombol restart terlanjur aku klik. So I was playing a new game since ospek 2015. Here I'm now.
Bukannya aku mengatakan bahwa hidup itu seperti permainan, bukan. Itu hanya penyemangatku ketika menemui kegagalan, ups, maksudku tahap menuju keberhasilan. Bahkan hidupku sudah aku isi dengan hal-hal postif yang diluar dugaanku.
Siapa sangka aku akan pandai bicara di depan umum? Aku bahkan tipe orang yang dipercaya guru SD mengikuti lomba pidato bahasa jawa malah jatuh sakit karena takut sebelum berperang.
Siapa sangka aku naik pesawat ke Kalimantan demi organisasi? Padahal aku dulu mundur sebelum ikut seleksi DP(pramuka SMP) di SMP ku karena takut di gojlog kakak kelas.
Siapa sangka aku akan menjuarai lomba menulis cerpen tingkat Jawa Tengah? Sedangkan aku hanya berani menulis cerpen-cerpen ku di blog yang alamatnya aku sembunyikan dari siapapun karena malu.
Siapa sangka aku berjuang mendapat beasiswa tiga kali demi kuliah? Sedangkan dulu aku hanya tau caranya bersenang-senang.
Ya, ya, ya.
Time flies.
Aku berubah, kamu berubah, dia berubah, kita semua berubah. Ada yang lebih baik, tak sedikit pula yang lebih buruk.
Tetapi jika ku sedang sendirian, ketakutan ketakutan selalu bermunculan. That's true. Kadang diantara keramaian aku masih selalu merasa sendirian. Terutama di kelas.
Tugas Akhir.
Iya.
Fokusku tertuju pada dua kata yang membuat batinku berperang. Mengapa takut pada Tugas Akhir? Karena aku sendirian. Aku dilemma, pikiranku berkecamuk sendiri. Tidak tahu harus berbuat apa. Mau mengambil judul apa, aku tidak tahu. Teman-teman lain memilih hardware karena itu spesialisasi program studi kami, tapi it does cost too much money. Jadi kamu yang berkocek pas-pasan tidak bisa berjuang sendirian untuk mengerjakannya, kecuali berkelompok. Ya, memang itu bukan minatku. So yay or nay? still think 'bout it tho'.
Okay, that's it. Sesi curhatan malamku. Abaikan saja rek.
Saturday, September 16, 2017
Hot Mommy Be Like Ayudiac
Hi Guys, it's fashion time! Apakah kalian tahu tentang Ayudiac atau Ayu Dia Bing Slamet? Ya, ibu muda yang satu ini sangat menginspirasi. Entah tentang caranya mendidik anak, ataupun tentang fashionnya yang menjadi panutan ibu-ibu muda yang berjilbab. Fashion Ayudiac sangatlah unik, ia sering memadupadankan setelan hitam dan putih. Check it out guys!
![]() |
| Kompaknya Ditto dan Ayu dalam balutan busana hitam dan putih. |
![]() | |
| Tidak segan memadupadankan warna-warna yang unik. |
![]() | |
| Ripped jeans dipadukan dengan outer simple, dan inner lucu. |
![]() |
| Tak ragu menggunakan warna celana yang mencolok |
![]() |
| Menggunakan Ripped Jeans dan kemeja putih dipadukan outer yang nyaman |
![]() | |
| menggunakan atasan yang simple |
Subscribe to:
Posts (Atom)








